Bengkulu – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu menggelar kegiatan Stakeholder Gathering dalam rangka memperkuat sinergi fiskal guna mendukung pembangunan daerah. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kanwil DJPb Bengkulu, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan ini dihadiri sejumlah pemangku kepentingan daerah, di antaranya, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu, Kepala OJK Bengkulu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Bengkulu, pimpinan satuan kerja Kementerian Keuangan di Bengkulu, perwakilan Polda Bengkulu, serta pelaku UMKM.
Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Mohamad Irfan Surya Wardana mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Perbendaharaan ke-22 tahun 2026.
“Pada hari ini Kanwil Ditjen Perbendaharaan Bengkulu bersama KPPN Bengkulu mengadakan kegiatan Stakeholder Gathering. Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Hari Bakti Perbendaharaan ke-22 di tahun 2026 dengan tema memperkuat peran sinergi fiskal kementerian dan lembaga serta perbankan untuk pembangunan di Bengkulu,” kata Irfan.
Ia menjelaskan melalui kegiatan tersebut pemerintah ingin memperkuat kolaborasi antara berbagai pihak dalam pengelolaan keuangan negara di daerah.
“Bagaimana kita dari sisi fiskal bersama-sama membangun dan membelanjakan keuangan negara di Bengkulu untuk mendorong pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat di Bengkulu,” ujarnya.
Selain forum diskusi dan penguatan sinergi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan pemberian penghargaan kepada sejumlah satuan kerja di wilayah Bengkulu sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka.
“Dalam rangkaian kegiatan Stakeholder Gathering ini kami juga memberikan award kepada satuan kerja di tingkat wilayah. Kami menilai sekitar 350 satker di Bengkulu untuk beberapa kategori sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka,” jelas Irfan.
Penilaian tersebut meliputi berbagai aspek, di antaranya penggunaan digitalisasi pembayaran melalui Cash Management System (CMS) atau kartu kredit pemerintah, serta kinerja dalam pelaksanaan anggaran dan pelaporan keuangan.
Menurut Irfan, pemberian penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja untuk terus meningkatkan kinerja.
“Ini menjadi upaya kami untuk mendorong peningkatan performa satker, sekaligus menjadi contoh bagi satker lain agar terus meningkatkan kualitas kinerja dalam pengelolaan keuangan negara,” tutupnya.


