BENGKULU UTARA – Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., kembali melanjutkan rangkaian kegiatan reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026. Kegiatan reses kelima tersebut digelar pada Jumat (14/2/2026) pukul 13.00–15.30 WIB di rumah Agustanto dan dihadiri masyarakat serta sejumlah tenaga pendidik setempat.
Reses yang berlangsung dalam suasana dialog terbuka ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, khususnya di sektor pendidikan. Sejumlah guru dan masyarakat menyampaikan aspirasi terkait kebijakan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), kesejahteraan guru honorer, hingga pemerataan program pemerintah di bidang pendidikan.
Salah satu persoalan yang disampaikan adalah kekurangan tenaga pendidik, khususnya guru IPA di SMPN 15 Bengkulu Utara yang telah berlangsung selama dua tahun. Masyarakat mengusulkan agar pemerintah menempatkan kembali guru di sekolah lama untuk mengisi kekosongan tersebut serta mempertimbangkan kebutuhan sekolah dalam proses pengangkatan PPPK.
Selain itu, para guru honorer juga menyampaikan kekhawatiran terkait kesejahteraan mereka. Saat ini sebagian guru honorer tidak menerima gaji dari dana BOS dan sertifikasi tidak dapat dicairkan. Mereka berharap pemerintah dapat menyusun kebijakan yang lebih berpihak kepada guru honorer, termasuk memberikan kesempatan bagi guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) untuk menjadi aparatur sipil negara atau memiliki status yang setara.
Aspirasi lainnya yang disampaikan adalah permintaan agar pemerintah meninjau kembali rencana pemberhentian sekitar 8.031 guru non-ASN dan PPPK agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja secara massal yang dapat berdampak pada proses belajar mengajar di sekolah.
Masyarakat juga menyoroti pentingnya pemerataan kesempatan seleksi PPPK bagi guru madrasah swasta. Selain itu, warga meminta agar penempatan PPPK mempertimbangkan lokasi tempat tinggal serta kondisi ekonomi guru agar tidak menimbulkan beban tambahan bagi tenaga pendidik.
Dalam pertemuan tersebut, warga juga menyampaikan aspirasi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka berharap pelaksanaan program tersebut dapat berjalan merata serta proses pengangkatan petugas yang terlibat dalam program tersebut dilakukan secara adil, termasuk terkait fasilitas kendaraan operasional.
Tidak hanya itu, guru madrasah juga berharap adanya pemerataan tunjangan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru honorer di bawah naungan Kementerian Agama agar kesejahteraan mereka dapat meningkat secara lebih merata.
Selain persoalan kesejahteraan, para guru juga meminta adanya perlindungan hukum bagi tenaga pendidik. Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang melindungi guru saat menjalankan tugas mendidik, termasuk ketika menegur siswa demi menjaga kedisiplinan dan etika di lingkungan sekolah.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Senator Destita menyampaikan komitmennya untuk mengawal persoalan yang disampaikan masyarakat melalui koordinasi dengan kementerian terkait, baik di sektor pendidikan maupun kepegawaian. Ia menegaskan pentingnya kebijakan yang adil dan berpihak pada keberlangsungan pendidikan serta kesejahteraan tenaga pendidik.
Kegiatan reses ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Senator Destita dengan masyarakat serta para tenaga pendidik di Bengkulu Utara. Melalui dialog langsung, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dipetakan sebagai bahan perjuangan aspirasi daerah di tingkat nasional.
Di akhir kegiatan, Senator Destita menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah menyampaikan berbagai masukan dan aspirasi, serta menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat Bengkulu di tingkat pusat.


