Bengkulu – Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, merespons keluhan masyarakat yang terdampak gangguan distribusi air akibat perbaikan Bak Olahan Lapen Kencana di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 2 Surabaya milik Perumda Tirta Hidayah.
Gangguan ini menyebabkan aliran air mengecil hingga mati total di sejumlah wilayah, seperti Kecamatan Muara Bangkahulu, Sungai Serut, Teluk Segara, dan sekitarnya. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Dedy memastikan bahwa suplai air tetap diberikan kepada pelanggan PDAM yang terdampak. Ia telah meminta pihak PDAM untuk mengirimkan bantuan air secara langsung ke kawasan terdampak.
“Kami sudah minta kemarin kepada Pak Direktur PDAM untuk mensuplai air guna memastikan warga kita tetap mendapatkan dan tidak kesulitan air,” tegas Dedy, Kamis (12/6/2025).
Dedy juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ia menjelaskan bahwa perbaikan ini memang diperlukan karena peralatan di IPA 2 Surabaya sudah sangat tua, bahkan sebagian merupakan peninggalan zaman Belanda.
“Maka mohon maaf, mohon pengertiannya. Ini juga dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada warga Kota Bengkulu,” ujarnya.
Perbaikan Bak Olahan IPA 2 Surabaya telah dimulai sejak 8 Juni 2025 dan ditargetkan rampung pada 28 Juni 2025. Karena durasi perbaikan cukup lama, warga mengaku khawatir dengan dampak jangka panjangnya.
Pemkot Bengkulu bersama PDAM Tirta Hidayah akan terus memantau kondisi di lapangan dan memastikan distribusi air bantuan berjalan lancar hingga perbaikan selesai.


