back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaDestita KhairilisaniSenator Destita Tekankan Pentingnya Pengendalian Antibiotik Kritis dalam Seminar Nasional PPRA 2025

Senator Destita Tekankan Pentingnya Pengendalian Antibiotik Kritis dalam Seminar Nasional PPRA 2025

Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI apt Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menghadiri Seminar dan Workshop Nasional Program Pengendalian Resistensi Antimikroba (PPRA) 2025 yang digelar di Hotel Santika Kota Bengkulu, Minggu (14/12/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “Strategi Jitu Tata Laksana Antibiotik Kritis dalam Mengoptimalkan PPRA” ini menghadirkan narasumber utama Dr. apt Rina Mutiara, M.Pharm., FACP, praktisi farmasi klinik sekaligus akademisi ternama di Indonesia.

Dalam sambutannya, Destita mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ilmiah yang dinilai sangat penting bagi tenaga kesehatan, khususnya apoteker dan tenaga medis di rumah sakit. Menurutnya, seminar dan workshop semacam ini bukan hanya sarana peningkatan kapasitas, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi dan kolaborasi antar tenaga kesehatan, baik di daerah maupun pusat.

“Melalui seminar dan workshop rutin seperti ini, kita bisa terus memperbarui pengetahuan, meningkatkan wawasan, serta saling bertukar pengalaman, terutama dalam tata kelola penggunaan antibiotik yang aman dan rasional,” ujar Destita.

Destita menegaskan bahwa resistensi antibiotik merupakan tantangan besar di dunia kesehatan yang harus ditangani secara bersama-sama. Hal ini menjadi sangat krusial bagi tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit dan terlibat langsung dalam penanganan pasien.

Baca Juga:  Senator Destita Dukung Bhumi Swarnadwipa Lestarikan Budaya Bengkulu Lewat Medsos

“Resistensi antimikroba adalah pekerjaan rumah kita bersama. Karena itu, pembahasan tentang antibiotik kritis dan optimalisasi PPRA sangat relevan untuk meningkatkan kualitas pengobatan, dari sisi mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien,” jelasnya.

Sebagai apoteker yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman riset di rumah sakit, Destita mengaku memiliki kedekatan emosional dengan dunia pelayanan kesehatan. Ia berharap, sebagai anggota DPD RI Komite III yang membidangi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat, dirinya dapat terus mendukung penguatan kebijakan dan implementasi PPRA di daerah.

“Saya berharap ke depan kita bisa terus bersinergi dan berkolaborasi untuk mendukung tenaga kesehatan, khususnya dalam pengendalian resistensi antibiotik yang berdampak langsung pada keselamatan pasien,” tambahnya.

Sementara itu, dalam pemaparan materinya, Dr. apt Rina Mutiara menekankan bahwa resistensi antimikroba telah menjadi ancaman kesehatan global. Ia menyebutkan bahwa WHO menempatkan resistensi antibiotik sebagai salah satu ancaman utama kesehatan masyarakat dunia, dengan angka kematian global yang terus meningkat akibat infeksi bakteri resisten.

Baca Juga:  Senator Destita Dorong Prioritas Revitalisasi 104 Sekolah Bengkulu dalam Rapat Komite III DPD RI dengan Kemendikdasmen

Menurutnya, keberhasilan PPRA di rumah sakit sangat ditentukan oleh komitmen pimpinan, kolaborasi multidisiplin, surveilans yang kuat, edukasi berkelanjutan, serta audit dan umpan balik yang konsisten.

“Tanpa komitmen pimpinan rumah sakit, program PPRA tidak akan berjalan optimal. Pengendalian antibiotik harus menjadi bagian dari budaya mutu dan keselamatan pasien,” tegas Rina.

Seminar dan workshop ini diikuti oleh apoteker, dokter, perawat, serta tenaga kesehatan yang tergabung dalam tim PPRA dari berbagai rumah sakit. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi interaktif dan pendalaman materi terkait akreditasi serta implementasi PPRA di rumah sakit.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan pemahaman dan komitmen tenaga kesehatan dalam mengendalikan resistensi antimikroba semakin kuat, sehingga pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu dapat terus ditingkatkan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]