BENGKULU – Anggota DPD RI daerah pemilihan Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., kembali melaksanakan kegiatan reses Masa Sidang III Tahun Sidang 2025–2026 pada Jumat (13/2/2026). Kegiatan yang merupakan agenda kedua dalam rangkaian reses tersebut berlangsung di rumah warga, Pak Mardi, dan dihadiri masyarakat Desa Air Tenang.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 11.30 WIB itu menjadi ruang dialog antara masyarakat dengan senator asal Bengkulu tersebut. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi terkait kebutuhan sosial, infrastruktur, hingga persoalan ekonomi masyarakat desa.
Salah satu usulan yang disampaikan masyarakat adalah bantuan peralatan untuk kegiatan PKK seperti parutan kelapa, oven, dan kompor seribu agar kegiatan usaha rumah tangga dapat berjalan tanpa menambah biaya operasional. Selain itu, warga juga mengusulkan bantuan seragam bagi kelompok lansia yang rutin mengikuti kegiatan senam setiap Jumat.
Masyarakat Desa Air Tenang juga memohon perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan warga serta bantuan perbaikan tempat ibadah, khususnya masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan masyarakat.
Di bidang pelayanan publik, warga mengeluhkan belum berjalanannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Air Tenang dan wilayah Kecamatan Napal Putih. Selain itu, tenaga keamanan desa juga membutuhkan perlengkapan serta fasilitas penunjang untuk menunjang tugas mereka di lapangan.
Persoalan infrastruktur turut menjadi perhatian warga, terutama kondisi akses jalan desa yang masih rusak. Masyarakat berharap perbaikan jalur Air Tenang–Tanjung Harapan dapat menjadi prioritas agar mobilitas warga dan distribusi hasil ekonomi desa berjalan lebih lancar.
Selain itu, warga juga menyoroti persoalan administrasi layanan kesehatan, khususnya perubahan status kepesertaan BPJS Mandiri dan PBI yang sering terjadi. Masyarakat berharap adanya kejelasan dalam pendaftaran serta pengaktifan kembali kepesertaan BPJS, termasuk usulan pengadaan ambulans desa untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat.
Dalam dialog tersebut juga mengemuka persoalan penataan aset di Kecamatan Napal Putih, termasuk peninggalan rel kereta api sepanjang kurang lebih 33 kilometer yang belum tertata dengan baik. Warga berharap aset tersebut dapat ditindaklanjuti agar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Masyarakat juga menyampaikan potensi tambang emas dan kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) yang diharapkan dapat dikelola secara bijak untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Di sisi lain, sengketa lahan dengan pihak perkeretaapian serta kepemilikan lahan oleh PT KAI disebut turut memengaruhi kondisi perekonomian warga yang saat ini masih terbatas.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Senator Destita menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain mendorong penyediaan peralatan pendukung kegiatan PKK, bantuan bagi lansia, serta program pemberdayaan masyarakat desa.
Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan desa, kejelasan data penerima BPJS PBI, hingga penataan aset daerah dan penyelesaian persoalan lahan akan menjadi bagian dari perhatian untuk dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Kegiatan reses ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Senator Destita dengan masyarakat Desa Air Tenang. Melalui dialog langsung, berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat dipetakan secara lebih jelas sebagai bahan perjuangan aspirasi di tingkat nasional.
Di akhir kegiatan, Senator Destita menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan reses tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi masyarakat Bengkulu agar mendapatkan solusi yang nyata dan berkelanjutan.







