
Rejang Lebong – Kabupaten Rejang Lebong terus menunjukkan kesiapan dalam mendukung program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara virtual, Sabtu (16/5/2026). Launching tingkat daerah dipusatkan di Gerai Koperasi Merah Putih Desa Duku Ilir, Kecamatan Curup Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada, Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar, Kapolres Rejang Lebong AKBP Florentus Situngkir, Kajari Rejang Lebong Kiki Yonata, serta jajaran Forkopimda, pemerintah desa, dan masyarakat.
Dandim 0409/Rejang Lebong Letkol Inf Agung Lewis Oktorada menegaskan bahwa Rejang Lebong menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pengembangan koperasi desa sebagai upaya memperkuat ekonomi kerakyatan. Dari total 160 titik koperasi di wilayah Kodim 0409 yang mencakup Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, sebanyak 98 titik berada di Kabupaten Rejang Lebong.
“Untuk wilayah Rejang Lebong, launching dipusatkan di Desa Duku Ilir. Kami berharap seluruh koperasi yang telah diresmikan segera beroperasi sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Dandim.
Saat ini, dari 98 koperasi yang ditargetkan di Rejang Lebong, sebanyak 25 titik telah siap operasional dengan pembangunan fisik mencapai 100 persen. Pemerintah menargetkan seluruh koperasi dapat launching penuh pada akhir Juli 2026.
Selain sebagai pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, Koperasi Merah Putih juga diproyeksikan membuka lapangan pekerjaan baru. Setiap koperasi nantinya akan merekrut antara 7 hingga 17 tenaga kerja lokal sesuai kebutuhan operasional.
Sekda Rejang Lebong Iwan Sumantri Badar menyampaikan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan koperasi tersebut sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa berbasis kemandirian masyarakat.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan, Rejang Lebong optimistis menjadi salah satu daerah terdepan di Provinsi Bengkulu dalam merealisasikan program Koperasi Merah Putih sebagai motor penggerak ekonomi desa.






