Bengkulu – Warga Kelurahan Betungan, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu mendadak digemparkan oleh penemuan mayat pria yang diduga gantung diri di sebuah lahan perkebunan milik warga setempat, Jumat (16/05) sekitar pukul 08.00 WIB.
Korban diketahui bernama Agus Gunawan Asardin (45), warga Kelurahan Betungan. Ia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan posisi tergantung di pohon karet, menggunakan seutas tali pada ketinggian sekitar tujuh meter.
Kapolsek Selebar, Kompol Hasanul Bakri membenarkan peristiwa tersebut. “Ya benar, saat ini sedang dilakukan penyelidikan. Jenazah sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk proses lebih lanjut,” ujar Hasanul.
Menurut keterangan, mayat Agus pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Yundri saat hendak membersihkan kebunnya. Ia mencium bau tidak sedap lalu melihat jasad yang tergantung di pohon karet.
“Korban mengenakan celana pendek tanpa baju, dan terdapat senjata tajam yang diduga keris terselip di bagian pinggang belakang kiri. Korban tergantung pada bagian leher dengan menggunakan baju kaos putih miliknya sendiri. Wajah korban sulit dikenali karena sudah dalam kondisi rusak,” jelas Hasanul.
Tim Inafis Polresta Bengkulu telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Berdasarkan hasil identifikasi, korban diduga kuat adalah Agus Gunawan Asardin alias Din, yang sebelumnya diketahui sebagai orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Agus juga tercatat sebagai pelaku penganiayaan terhadap istri dan tetangganya menggunakan senjata tajam pada Sabtu, 10 Mei 2025 lalu.
“Korban telah dipastikan bunuh diri. Ia merupakan pelaku penganiayaan yang terjadi beberapa hari sebelumnya di Kelurahan Betungan,” tegas Hasanul.
Pihak kepolisian masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan seluruh kronologi kejadian serta latar belakang pasti aksi tragis tersebut.

Berita Terbaru
Mulai Desember, Pengiriman CPO Wajib Berlabel Asal Bengkulu
Pasca Pengamanan Unjuk Rasa, Wakapolda Bengkulu Pimpin Aksi Bersih-Bersih: Wujud Kepedulian Polri terhadap Lingkungan
Petani Mukomuko Terima Combine Harvester, Biaya Panen Bisa Hemat Rp2,3 Juta per Hektare
Walikota Dedy Wahyudi Lepas 64 Atlet Kota Bengkulu ke POPDA 2026
Walikota Dedy Wahyudi Siapkan Larangan ASN Gunakan Vape di Lingkungan Pemkot Bengkulu
Opini Gede Pasek Suardika: Sadapan dan Kekuasaan