Bengkulu Tengah – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah menegaskan dukungannya terhadap penguatan kapasitas generasi muda melalui organisasi kepemudaan dan keagamaan. Komitmen itu disampaikan saat pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Terpadu (Diklat Terpadu) Angkatan II Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Kecamatan Pondok Kubang di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Desa Harapan Makmur, Jumat (17/7/2026).
Kegiatan dibuka Bupati Bengkulu Tengah yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bengkulu Tengah, Tandri Donin. Diklat mengusung tema “Memperkokoh Nilai Kebangsaan, Menguatkan Tradisi, dan Menjaga NKRI.”
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Bengkulu Tengah Muhammad Darmawan Saputra, anggota DPRD Provinsi Bengkulu Fraksi Partai Golkar, unsur Forkopimda, perwakilan PW GP Ansor Provinsi Bengkulu, Ketua PC GP Ansor Bengkulu Tengah, Pimpinan Ponpes Mambaul Ulum KH Ahmad Royani, Kepala KUA Pondok Kubang, Kepala Desa Harapan Makmur, serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Tandri Donin mengapresiasi panitia dan Pondok Pesantren Mambaul Ulum yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan diklat. Menurutnya, kaderisasi menjadi langkah strategis untuk membentuk generasi muda yang berakhlak, berjiwa nasionalis, dan memiliki komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berkomitmen mendukung organisasi kepemudaan keagamaan seperti GP Ansor sebagai mitra strategis pembangunan daerah. Kami membuka ruang kolaborasi agar lahir kader yang berintegritas, berdaya saing, dan mampu berkontribusi bagi daerah,” kata Tandri.
Ia juga mengajak kader Ansor dan Banser terus berperan menjaga persatuan, toleransi, serta menjadi penggerak pembangunan di tengah masyarakat. Para peserta diminta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan disiplin agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam pengabdian kepada masyarakat.
Ketua PCNU Bengkulu Tengah, Muhammad Darmawan Saputra, menilai kaderisasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan perjuangan Ahlussunnah wal Jamaah sekaligus memperkuat semangat kebangsaan.
Ketua PC GP Ansor Bengkulu Tengah, Nanang Safrudin, mengatakan Diklat Terpadu merupakan program berkelanjutan untuk mencetak kader yang memiliki pemahaman keislaman, wawasan kebangsaan, serta kemampuan memimpin di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, perwakilan PW GP Ansor Provinsi Bengkulu, Abbas, menegaskan kaderisasi merupakan ruh organisasi yang harus terus dijaga agar mampu melahirkan kader berkualitas dan siap melanjutkan estafet kepemimpinan.
Pembukaan diklat ditandai dengan penyematan name tag secara simbolis kepada perwakilan peserta. Pendidikan dan pelatihan akan berlangsung selama tiga hari dengan materi meliputi penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah, wawasan kebangsaan, kepemimpinan, keorganisasian, serta pembentukan karakter kader Ansor dan Banser.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Bengkulu Tengah berharap sinergi dengan organisasi kepemudaan semakin kuat dalam mencetak sumber daya manusia yang religius, nasionalis, dan mampu mendukung pembangunan daerah.







