back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaDestita KhairilisaniPanggung Bangsawan 'Rainbow': Senator Destita dan Bupati Teddy Rahman Adu Akting dalam...

Panggung Bangsawan ‘Rainbow’: Senator Destita dan Bupati Teddy Rahman Adu Akting dalam Karya Soekarno di Bengkulu

Bengkulu – Panggung Bangsawan yang digelar di Taman Budaya, Kota Bengkulu, pada Minggu (12/10) malam, menampilkan kejutan dengan hadirnya tokoh publik yang turun langsung ke panggung.

Anggota DPD RI dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., MSM., dan Bupati Seluma, Teddy Rahman, SE., MM., beradu peran dalam pertunjukan teater bertajuk “Rainbow”, salah satu naskah drama yang ditulis oleh Presiden Pertama RI, Soekarno, saat menjalani masa pengasingan di Bengkulu.

Dalam pementasan yang disutradarai dan naskahnya ditulis ulang oleh Budayawan Bengkulu, Agus Setyanto, Senator Destita memerankan tokoh Nyai Daeng, sementara Bupati Teddy Rahman tampil sebagai Patih Setyanegara.

Karya “Rainbow” mengangkat kisah pilu tentang Putri Kencana Bulan, yang sejak bayi telah ditinggal mati oleh ibunya dan kemudian diadopsi oleh pasangan Inggris, James Cooney dan Mrs. Cooney. Nama “Rainbow” sendiri diambil dari munculnya pelangi setelah hujan badai dan petir yang merenggut nyawa ibu kandungnya.

Setelah dewasa, Rainbow menjadi sosok menawan yang menjalin kasih dengan seorang pemuda pribumi. Latar belakang cerita membawa penonton ke masa di mana James Cooney, seorang pengepul rempah-rempah dari Inggris, berupaya menguasai pasar dagang di Bengkulu. Dalam periode itu, Cooney merencanakan pembangunan Benteng Marlborough sebagai pusat perdagangan dan pertahanan, sebuah konsep yang dibawa oleh utusan Hindia Belanda, Rajendra Mukerji.

Baca Juga:  Senator Destita Soroti Edukasi dan Pengawasan Minuman Berpemanis di Kalangan Anak-anak

Tragedi terjadi ketika Mukerji, saat menawarkan konsep benteng, bertemu dengan Rainbow. Cintanya ditolak mentah-mentah karena Rainbow sudah memiliki kekasih. Penolakan itu memicu niat jahat Mukerji. Ia secara diam-diam menemui Rainbow hingga mengganggunya, yang berujung pada pertumpahan darah setelah kekasih Rainbow datang dan berusaha melindunginya.

Kisah cinta mereka berakhir tragis; keduanya tewas sia-sia akibat ulah Mukerji. Kekejaman Mukerji tak berhenti di situ. Ia juga membunuh sahabat Rainbow, Dewi Palaka, putri dari Nyai Daeng, karena menolak ajakannya menjalin hubungan asmara.

Setelah suksesnya pementasan tersebut, Senator Destita Khairilisani menyampaikan rasa syukur dan mengapresiasi antusias penonton akan penampilan seni budaya daerah.

“Alhamdulillah, acara berjalan lancar. Semoga ke depan kita sama-sama sukses, semoga kita dapat menghibur masyarakat, dan InsyaAllah kegiatan ini bisa bermanfaat,” ujarnya.

Senada dengan Destita, Bupati Seluma Teddy Rahman menyatakan dukungan penuhnya terhadap kegiatan seni dan budaya seperti Panggung Bangsawan ini. Ia berharap masyarakat terhibur dengan penampilan yang “berbeda-beda”.

“Kami siap membangkitkan semangat masyarakat untuk berkesenian, dan kami berharap bahwa ini bukan sekadar tontonan, tapi bisa berlanjut di momen lainnya,” tegas Bupati Teddy, bahkan menyatakan kesiapannya untuk mendukung terlaksananya pentas serupa di Kabupaten Seluma.

Baca Juga:  Senator Destita Dukung Program Sekolah Rakyat untuk Putus Rantai Kemiskinan

Agus Setyanto, Budayawan sekaligus sutradara acara, menutup pernyataan dengan ajakan untuk terus melestarikan seni dan budaya daerah. Dengan hadirnya tokoh publik diharap seni dan budaya dapat kembali bangkit sebagai identitas daerah.

“Alhamdulillah semua terlaksana dengan baik. Ayo sama-sama menjaga budaya dan membangkitkan seni daerah,” harapnya.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]