Bengkulu – Kreativitas generasi muda Bengkulu mendapat ruang ekspresi melalui pameran seni rupa bertajuk “Nalar Murni” yang digelar Sanggar Seiring Art Space di Atrium Bencoolen Mall. Pameran berlangsung selama lima hari, mulai 24 hingga 28 Juni 2026.
Sebanyak 53 karya ditampilkan dalam pameran tersebut. Karya-karya itu merupakan hasil kreasi 20 seniman muda yang terdiri dari mentor dan siswa Sanggar Seiring Art Space.
Ketua Sanggar Seiring Art Space, Edi Soe, mengatakan pameran ini menjadi wadah bagi para peserta untuk menunjukkan hasil proses berkarya yang telah dilakukan selama kurang lebih satu tahun terakhir. Selain pameran, kegiatan juga diisi dengan diskusi seni dan teater.
“Ini adalah pameran karya siswa-siswi Sanggar Seiring Art Space. Pameran berlangsung mulai 24 hingga 28 Juni 2026 dan akan ditutup pada 28 Juni,” ujar Edi.
Beragam karya yang dipamerkan meliputi lukisan, karya digital, hingga karya tiga dimensi. Setiap karya tidak hanya menampilkan unsur estetika, tetapi juga menyampaikan gagasan, harapan, dan pandangan para senimannya.
Edi menjelaskan seluruh karya lahir dari proses eksplorasi masing-masing peserta. Para mentor hanya memberikan arahan terkait komposisi, warna, dan aspek teknis tanpa membatasi kebebasan berekspresi para seniman muda.
“Kami tidak memaksakan konsep tertentu kepada anak-anak. Mereka bebas berekspresi sesuai karakter masing-masing, sementara mentor hanya mengarahkan dari sisi teknis,” katanya.
Antusiasme masyarakat terhadap pameran tersebut cukup tinggi. Hingga hari ketiga pelaksanaan, sebanyak 12 karya telah berhasil terjual kepada para pengunjung.
Menurut Edi, karya-karya tersebut dibeli oleh para pencinta seni dan sejumlah pengusaha yang memberikan apresiasi terhadap kreativitas generasi muda Bengkulu. Harga karya yang dipamerkan juga bervariasi, mulai dari Rp150 ribu hingga Rp1,5 juta.
Sementara itu, Kurator Pameran, Rommi Roestam, mengatakan tema “Nalar Murni” dipilih sebagai refleksi atas kemampuan generasi muda dalam menjaga kreativitas di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Menurutnya, seni tetap menjadi ruang penting bagi anak muda untuk mengembangkan imajinasi, menyampaikan gagasan, dan membangun identitas kreatif. Melalui pameran ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memberikan apresiasi terhadap karya seni lokal dan mendukung tumbuhnya ekosistem seni di Bengkulu.







