Bengkulu – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bengkulu terus mendorong peningkatan pemahaman masyarakat terhadap media melalui kegiatan literasi media yang digelar di sejumlah SMP dan SMA di Kabupaten Mukomuko.
Program ini mendapat sambutan antusias dari para siswa dan tenaga pendidik. Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengenali informasi yang benar, membedakan berita fakta dan hoaks, serta memahami dampak negatif dari penyalahgunaan media sosial. KPID juga mengajak para pelajar untuk lebih bijak dalam menggunakan platform digital.
Ketua KPID Bengkulu, Tedi Cahyono, mengatakan generasi muda merupakan kelompok yang paling aktif mengakses media, sehingga perlu memiliki bekal literasi yang kuat.
“Kegiatan ini bertujuan membekali pelajar dengan kemampuan menyaring informasi di tengah derasnya arus digital saat ini,” ujar Tedi.
Ia menegaskan, literasi media tidak hanya sebatas memahami isi informasi, tetapi juga mencakup kemampuan bersikap kritis serta tanggung jawab dalam memproduksi dan menyebarkan konten.
Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan simulasi sederhana. Para siswa diajak menganalisis contoh berita yang beredar di media sosial serta mendiskusikan dampaknya. Metode ini dinilai efektif karena membuat peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Melalui kegiatan ini, KPID berharap para pelajar di Kabupaten Mukomuko dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan digital yang sehat. Dengan meningkatnya literasi media, generasi muda diharapkan mampu berperan aktif dalam menangkal penyebaran hoaks sekaligus mendukung ekosistem penyiaran yang berkualitas.







