Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama PT Pelindo Regional II Bengkulu terus mempercepat persiapan pembangunan kawasan industri Pulau Baai di Kota Bengkulu sebagai langkah strategis mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Proyek ini kini memasuki tahap penyusunan studi kelayakan atau feasibility study yang menjadi dasar utama penentuan arah pembangunan.
General Manager PT Pelindo Regional II Bengkulu, Dimas Rizky Kusmayadi, menjelaskan kajian tersebut sebelumnya disusun untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun kini disesuaikan menjadi pengembangan kawasan industri.
“Feasibility study ini sedang kami sesuaikan untuk kebutuhan kawasan industri dan ditargetkan selesai pada Juni mendatang,” ujar Dimas.
Sebagai bentuk keseriusan, Pelindo juga telah menyiapkan pembebasan lahan seluas 75 hektare di kawasan Pulau Baai. Area tersebut diproyeksikan menjadi pusat pengembangan industri baru yang diharapkan mampu menarik investor serta membuka peluang ekonomi lebih luas bagi Bengkulu.
Selain fokus pada pengembangan kawasan, pemerintah bersama Pelindo dan Pemerintah Kota Bengkulu masih terus membahas akses jalan masyarakat agar pembangunan tidak menghambat mobilitas warga sekitar. Di sisi lain, revisi Peraturan Daerah RTRW juga masih berproses untuk memastikan seluruh regulasi pendukung terpenuhi sebelum proyek dijalankan secara penuh.
Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap seluruh tahapan persiapan dapat segera tuntas sehingga pembangunan kawasan industri Pulau Baai dapat berjalan lancar, sekaligus menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi regional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.







