BENGKULU – Kapolresta Bengkulu Kombes Pol. Rahmad Hidayat menegaskan komitmen pemberantasan geng motor dengan memperkuat langkah pencegahan dan koordinasi lintas sektor guna menjaga keamanan di wilayah Kota Bengkulu.
Upaya tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama Wali Kota Bengkulu serta melibatkan camat, lurah, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk memetakan keberadaan kelompok geng motor, termasuk titik kumpul dan jumlah anggotanya.
Kapolresta menyebut langkah itu mulai menunjukkan hasil dengan berkurangnya aktivitas geng motor di sejumlah lokasi yang sebelumnya terpantau. Namun, kelompok tersebut kini berpindah dan mulai bergeser ke wilayah perbatasan seperti Bengkulu Tengah.
Ia mengungkapkan sebagian besar pelaku merupakan remaja yang beraktivitas dengan modus berpamitan kepada orang tua untuk belajar atau berkumpul biasa, tetapi kemudian terlibat dalam aksi yang berpotensi melanggar hukum.
“Seringkali saat berkumpul mereka membawa senjata tajam seperti celurit. Ini menjadi perhatian serius dan terus kami dalami asal-usulnya,” ujar Rahmad Hidayat.
Kapolresta juga menyoroti pola pergerakan geng motor yang menyesuaikan waktu patroli petugas untuk menghindari pengawasan. Karena itu, penguatan pengawasan dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan tanpa celah.
Ia mengajak masyarakat, mulai dari ketua RT hingga pemilik warung, untuk aktif melaporkan aktivitas mencurigakan melalui layanan kepolisian 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Kami butuh peran bersama. Lingkungan harus dijaga agar tidak menjadi ruang berkembangnya geng motor,” tegasnya.







