Minggu, Juli 12, 2026
Beranda Berita Ibu Antar Anak ke Satpol PP untuk Minta Pembinaan

Ibu Antar Anak ke Satpol PP untuk Minta Pembinaan

0
3

Bengkulu – Seorang ibu di Kota Bengkulu membawa putranya yang masih duduk di bangku kelas VI sekolah dasar ke Kantor Satpol PP Kota Bengkulu untuk meminta pembinaan. Langkah itu dilakukan agar anaknya mendapat motivasi dan arahan yang lebih baik.

Anak berinisial Je (13), warga Kelurahan Anggut Dalam, datang bersama ibunya, Dahliani, setelah lebih dulu menghubungi Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, melalui WhatsApp. Dahliani mengaku kesulitan mengarahkan putranya yang dinilai mulai sulit dikendalikan.

Menurutnya, Je lebih sering bermain PlayStation daripada belajar. Ia juga kerap bermain hingga larut dan beberapa kali masuk ke rumah warga tanpa izin, sehingga membuat keluarga khawatir.

Menanggapi permintaan tersebut, Sahat mempersilakan ibu dan anak itu datang ke Kantor Satpol PP untuk berbincang dan mendapatkan pembinaan.

Dahliani dan putranya bahkan berjalan kaki dari rumah mereka di Kelurahan Anggut Dalam menuju Kantor Satpol PP Kota Bengkulu. Setibanya di lokasi, suasana berlangsung santai dan penuh keakraban.

Je mengaku sudah mengenal Sahat melalui video kegiatan Satpol PP di media sosial. Ia sering melihat kegiatan penertiban pedagang kaki lima, razia rumah kos dan hotel, operasi minuman keras, hingga penanganan gelandangan dan pengemis.

Baca Juga:  Patroli Gabungan TNI-Polri dan Satpol PP, Polresta Bengkulu Perkuat Kamtibmas Hingga Dini Hari

Dalam pembinaan tersebut, Sahat tidak memberikan hukuman. Ia memilih berdialog mengenai aktivitas sehari-hari, cita-cita, dan pendidikan. Je juga diminta membaca Al-Qur’an serta menghafal surat pendek sebagai bagian dari pembinaan karakter.

Usai berdialog, Je mendapat motivasi agar lebih rajin belajar, menghormati orang tua, dan memanfaatkan waktu libur untuk kegiatan yang positif. Satpol PP juga memberikan uang saku sebagai bentuk penyemangat.

“Sebenarnya anak ini memiliki potensi yang baik. Setelah kami berbincang, ternyata dia termasuk siswa yang berprestasi di sekolah. Hanya saja, karena kedua orang tuanya sibuk bekerja, perhatian terhadap aktivitas anak menjadi berkurang sehingga perilakunya sering disalahartikan sebagai kenakalan,” kata Sahat.

Sahat mengatakan, dalam beberapa hari terakhir sudah ada tiga anak yang datang bersama orang tuanya untuk meminta pembinaan. Menurutnya, hal itu menunjukkan masyarakat mulai melihat Satpol PP tidak hanya sebagai penegak peraturan daerah, tetapi juga sebagai tempat berkonsultasi terkait pembinaan karakter anak.

Ia menambahkan, banyak orang tua yang menyebut nama Satpol PP saat menasihati anak yang terlalu lama bermain gawai, PlayStation, atau belum pulang ke rumah. Kondisi itu justru membuat anak-anak penasaran dan ingin mengenal Satpol PP.

Baca Juga:  Awal Tahun Ajaran Baru, PPMINI Gunakan Format Baru dalam Program Muhadarah

Karena itu, setiap anak yang datang diterima dengan pendekatan persuasif. Mereka dikenalkan tugas dan fungsi Satpol PP, diajak berdialog, bahkan dipersilakan duduk di kursi Kepala Satpol PP sebagai motivasi untuk memiliki cita-cita.

Selain membina anak, Satpol PP juga mengajak orang tua berdiskusi mengenai pentingnya komunikasi dalam keluarga. Menurut Sahat, anak yang aktif belum tentu bermasalah, tetapi membutuhkan perhatian, pendampingan, dan ruang untuk menyalurkan energi ke kegiatan positif.

Ia berharap sinergi keluarga, sekolah, dan pemerintah terus diperkuat agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan berprestasi.

“Ini menjadi kebanggaan bagi kami. Anak-anak mulai memahami bahwa Satpol PP bukan hanya menegakkan peraturan daerah, tetapi juga hadir memberikan perlindungan, ketertiban, dan pembinaan kepada masyarakat. Mudah-mudahan pengalaman mereka datang ke sini menjadi motivasi untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Sahat.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]