Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, Apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., menegaskan perawat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia.
Menurutnya, perawat tidak hanya bertugas memberikan pelayanan medis, tetapi juga berperan dalam upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif kepada masyarakat.
“Perawat merupakan tulang punggung pelayanan kesehatan. Mereka tidak hanya merawat pasien, tetapi juga menjadi edukator, advokat, serta bagian penting dalam sistem kesehatan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangka memperingati Hari Perawat Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Persatuan Perawat Nasional Indonesia yang diperingati setiap 17 Maret.
Apoteker Destita menilai, peringatan ini menjadi momentum refleksi atas peran strategis perawat dalam pembangunan kesehatan nasional, sekaligus untuk mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi profesi tersebut.
Senator dapil Bengkulu itu mengungkapkan, salah satu tantangan utama adalah pemerataan tenaga perawat yang belum optimal, terutama di daerah terpencil yang masih kekurangan tenaga kesehatan.
“Di sisi lain, di beberapa wilayah perkotaan justru terjadi kelebihan tenaga perawat. Ini perlu penataan yang lebih baik agar distribusinya merata,” jelasnya.
Selain itu, persoalan kesejahteraan dan kondisi kerja perawat juga masih menjadi perhatian. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan harus sejalan dengan tuntutan profesionalisme yang semakin tinggi.
Anggota Komite III itu juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi perawat, termasuk sertifikasi dan penguasaan bahasa asing, guna menghadapi peluang kerja di tingkat global.
Di sisi peluang, ia menyebut kebutuhan tenaga perawat di dunia terus meningkat, sehingga membuka kesempatan besar bagi perawat Indonesia untuk berkarier di luar negeri.
“Perawat Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing secara global. Namun, kesiapan kompetensi dan kemampuan adaptasi tetap harus ditingkatkan,” katanya.
Untuk itu, ia mendorong adanya kebijakan yang lebih komprehensif dari pemerintah, mulai dari peningkatan kesejahteraan, pemerataan tenaga kesehatan, hingga penguatan pendidikan dan standar profesi keperawatan.
Selain itu, Putri Kembang Mumpo Seluma itu juga menilai pentingnya melibatkan tenaga perawat dalam perumusan kebijakan kesehatan nasional agar kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi penunjukan Provinsi Bengkulu sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) PPNI ke-XI, yang dinilai sebagai momentum memperkuat persatuan perawat di seluruh Indonesia.
Menutup pernyataannya, Destita menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perawat Indonesia atas dedikasi dan pengabdian mereka.
“Selamat Hari Perawat Nasional dan HUT ke-52 PPNI. Teruslah mengabdi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tutupnya.







