BENGKULU – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu bertemu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI Letjen TNI Kristomei Sianturi di Graha BNPB, Jakarta Timur, Jumat (6/11/2026). Pertemuan tersebut membahas penguatan mitigasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Provinsi Bengkulu.

Dalam pertemuan itu, Helmi Hasan menegaskan penanggulangan bencana harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari upaya pencegahan, mitigasi hingga penanganan saat bencana terjadi. Salah satu pendekatan yang turut didorong adalah mitigasi langit sebagai bagian dari ikhtiar menghadapi potensi bencana.

“Kita ingin penanggulangan bencana di Provinsi Bengkulu dilakukan secara menyeluruh. Bukan hanya fokus pada penanganan ketika bencana terjadi, tetapi juga memperkuat mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini,” ujar Helmi.

Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui BPBD menyampaikan sejumlah usulan kebutuhan strategis kepada BNPB untuk meningkatkan kapasitas penanggulangan bencana di daerah.

Usulan tersebut mencakup penguatan logistik berupa paket pangan, makanan siap saji, perlengkapan sandang seperti selimut, kaos lapangan dan seragam sekolah, serta perlengkapan hunian berupa kasur dan terpal.

Baca Juga:  Pemprov Bengkulu Rapat Efisiensi dan Persiapan APBD 2026

BPBD juga mengusulkan bantuan perlengkapan bayi, perlengkapan keluarga, perlengkapan sekolah, masker dan peralatan kebersihan. Kebutuhan tersebut disiapkan untuk mendukung masyarakat ketika menghadapi kondisi darurat dan pengungsian.

Selain logistik, Pemprov Bengkulu mengusulkan pengadaan kendaraan operasional penanggulangan bencana, seperti mobil rescue, mobil toilet portabel, mobil dapur umum, sepeda motor trail dan kendaraan pendukung lainnya. Pengadaan tenda untuk posko komando dan lokasi pengungsian juga menjadi bagian dari kebutuhan yang diajukan.

Salah satu usulan strategis lainnya adalah pembangunan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) berbasis teknologi Artificial Intelligence (AI), terutama bagi BPBD yang belum memiliki fasilitas tersebut.

Pusdalops berbasis AI diharapkan mampu memperkuat pengelolaan data dan informasi kebencanaan, pemantauan kondisi wilayah, koordinasi antarlembaga hingga mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan terintegrasi.

Pemprov Bengkulu juga mengusulkan pengadaan perangkat komunikasi yang terhubung dengan seluruh sektor terkait penanggulangan bencana. Sistem komunikasi terpadu tersebut dinilai penting untuk mempercepat koordinasi dan penanganan ketika terjadi bencana.

Kepala BNPB RI Letjen TNI Kristomei Sianturi menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama seluruh pemerintah kabupaten dan kota.

Baca Juga:  Dashat Bengkulu Siap Dukung Layanan MBG 3B

“BNPB menyambut baik langkah dan usulan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama seluruh kabupaten dan kota. Penguatan logistik, peralatan, sistem informasi kebencanaan serta koordinasi lintas sektor merupakan bagian penting dalam meningkatkan kesiapsiagaan daerah,” ujar Kristomei.

Ia berharap sinergi pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penanggulangan bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat dan terkoordinasi.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov Bengkulu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana melalui dukungan logistik, peralatan operasional, teknologi informasi dan koordinasi lintas sektor bersama BNPB.