Minggu, Maret 22, 2026
Beranda Berita IWO Bengkulu Peringati HUT Ke-13 dengan Komitmen Jaga Profesionalisme di Tengah Era...

IWO Bengkulu Peringati HUT Ke-13 dengan Komitmen Jaga Profesionalisme di Tengah Era Digital

0
10

Bengkulu – Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bengkulu, Musdamori, S.Sos., C.MK., mengajak seluruh anggota IWO untuk menjadikan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 sebagai penguat komitmen profesionalisme dan integritas di tengah derasnya arus transformasi teknologi informasi.

‎Peringatan HUT IWO tahun 2025 mengusung tema “13 Tahun IWO: Wartawan Online Profesional dan Inovatif di Era Digital.” Menurut Musdamori, tema tersebut bukan sekadar slogan, melainkan pengingat bahwa di era digital saat ini, kecepatan pemberitaan bukan lagi menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan media siber.

‎“Justru akurasi, integritas, dan inovasi adalah syarat mutlak bagi keberlangsungan media online. Kita tidak boleh terjebak pada perlombaan siapa yang tercepat, tetapi harus memastikan setiap informasi yang disampaikan benar, berimbang, dan bermanfaat,” tegas Musdamori, di Ballroom Hotel Mercure, Jumat (8/8/2025).

‎Ikatan Wartawan Online adalah organisasi profesi yang menaungi wartawan dan pemilik media siber di Indonesia. Berdiri sebagai wadah independen, demokratis, dan terbuka, IWO berazaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Seluruh kegiatan IWO dilandasi oleh Kode Etik Wartawan Online yang menjadi fondasi profesionalisme anggotanya.

‎Di Provinsi Bengkulu, IWO hadir sebagai mitra strategis pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan. Organisasi ini berkomitmen menjaga keseimbangan antara fungsi kontrol sosial, penyampai informasi, dan pendorong edukasi publik.

‎“Perjalanan 13 tahun IWO bukan tanpa tantangan. Kita menghadapi era disrupsi informasi, maraknya berita bohong, dan tekanan terhadap kebebasan pers. Namun dengan semangat kolaborasi dan berpegang teguh pada nilai etik, saya yakin IWO akan terus berdiri tegak,” kata Musdamori.

‎Musdamori mengajak seluruh anggota IWO, khususnya di Bengkulu, untuk menjaga marwah profesi wartawan online. Ia menekankan pentingnya menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya cepat, tetapi juga benar.

‎“Kita harus mengedepankan karya jurnalistik yang tidak sekadar viral, tetapi juga mendidik. Wartawan online harus mampu menjadi penyampai informasi sekaligus penjaga akal sehat publik,” ujarnya.

‎Dalam kesempatan tersebut, IWO Bengkulu menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menjadi sahabat, mitra, dan penopang perjalanan organisasi.

‎Ucapan terima kasih diberikan kepada Kejaksaan Tinggi Bengkulu, Kepolisian Daerah Bengkulu, Badan Intelijen Negara Daerah Bengkulu, serta para kepala daerah di wilayah tersebut. Menurut Musdamori, sinergi yang terjalin telah mendorong keterbukaan informasi publik dan memperkuat nilai-nilai demokrasi di daerah.

‎“Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, media, dan masyarakat adalah kunci menciptakan tata kelola informasi yang sehat dan berkeadaban. IWO siap berada di garda terdepan untuk menjembatani kepentingan publik dengan semangat transparansi dan objektivitas,” ungkapnya.

‎Musdamori menegaskan, IWO bukan sekadar organisasi profesi wartawan. Lebih dari itu, IWO adalah gerakan moral untuk menjaga profesionalisme, memperkuat literasi digital, dan menghadirkan jurnalisme yang berpihak pada kebenaran.

‎“Di usia ke-13 ini, kita harus berani melakukan pembaruan. Pembaruan cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani publik melalui pemberitaan yang cerdas, berimbang, dan solutif,” kata Musdamori.

‎Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi harus direspons dengan peningkatan kapasitas wartawan online. Dengan begitu, media siber dapat berperan aktif dalam membangun masyarakat yang melek informasi, kritis, namun tetap santun dalam berdialog.

‎Musdamori menyoroti tantangan besar yang dihadapi media online saat ini, yakni derasnya arus informasi yang tidak jarang disertai hoaks, ujaran kebencian, dan provokasi di media sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut wartawan online untuk lebih cermat dalam memverifikasi fakta.

‎“Di era digital, siapa saja bisa menjadi penyampai informasi. Namun, wartawan online harus menjadi penyaring sekaligus pengawal kebenaran. Kita harus mampu memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral,” ujarnya.

‎Menutup sambutannya, Musdamori menyampaikan harapan agar momentum HUT IWO ke-13 dapat menjadi titik tolak pembaruan bagi insan pers digital di seluruh Indonesia.

‎“Jayalah Ikatan Wartawan Online, jayalah pers Indonesia. Selamat ulang tahun ke-13 IWO. Mari kita tetap profesional, inovatif, dan berintegritas di era digital,” pungkasnya.

‎Dengan semangat kebersamaan dan komitmen pada nilai-nilai etik, IWO Bengkulu optimistis dapat terus menjadi pilar penting dalam ekosistem informasi publik yang sehat dan berkualitas.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]