Bengkulu – Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menerima kunjungan Tim Visitasi Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) dari Universitas Bengkulu (UNIB) di Balai Raya Semarak, Senin (21/7). Pertemuan berlangsung hangat dan penuh nostalgia, terutama saat Gubernur Helmi mengenang masa-masa kuliahnya di kampus biru tersebut.
Dalam sambutannya, Helmi bercerita tentang awal perkuliahannya di UNIB pada 1997, setelah lulus dari SMA 100 Jakarta. Ia mengaku tertarik kuliah di Bengkulu karena cerita temannya tentang kampus yang dekat pantai berpasir putih, yang disebut-sebut menyerupai suasana Hawaii.
“Saya datang ke Bengkulu diantar kakak naik pesawat Merpati, sempat menginap di Hotel Horizon, lalu tinggal di kos di gang sempit bersama warga. Saya sempat menumpang di rumah Pak Amrah, dan sekamar dengan anaknya, Mekson, yang masih SD waktu itu,” kisah Helmi sambil tersenyum.
Semasa kuliah, Helmi dikenal aktif di organisasi mahasiswa. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi UNIB periode 1998–2000. Di kampus inilah pula ia bertemu Khairunnisa, yang kini menjadi istrinya, saat ia menjadi ketua ospek mahasiswa baru.
“UNIB sangat berkesan bagi saya. Bahkan saya berencana kembali melanjutkan studi S2 di kampus ini,” ungkap Helmi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyatakan dukungannya terhadap proses peningkatan akreditasi institusi UNIB. Menurutnya, upaya ini sangat penting untuk mendorong mutu pendidikan tinggi di Provinsi Bengkulu.
Ketua Panel Asesor AIPT UNIB, Syamsu Rizal, mengapresiasi sambutan dari Pemerintah Provinsi Bengkulu. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing lulusan.
Rektor UNIB, Prof. Retno Agustina Ekaputri, berharap proses visitasi berjalan lancar dan berdampak positif terhadap peningkatan akreditasi. Ia juga menegaskan komitmen UNIB dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi secara konsisten.
Pertemuan ini menjadi momentum mempererat hubungan antara UNIB dan Pemprov Bengkulu, dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Bumi Rafflesia.







