Bengkulu – Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rieke Diah Pitaloka, meninjau langsung proses pengerukan alur Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, Minggu (22/6/2025) siang. Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk perhatian terhadap persoalan pendangkalan alur pelayaran yang telah berlangsung beberapa bulan terakhir dan berdampak signifikan terhadap aktivitas logistik, termasuk ke Pulau Enggano.
Kedatangan Rieke bersama tim disambut oleh General Manager PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, S. Joko. Dalam tinjauan tersebut, Rieke berdialog langsung dengan para operator kapal keruk dan pekerja di lapangan. Ia juga menyapa para petugas dari berbagai daerah di Indonesia yang tengah terlibat dalam pengerjaan proyek vital ini.
Saat ini, dua unit kapal keruk yakni CSD Costa Fortuna 3 dan AHT Costa Fortuna 5 telah diturunkan ke Pelabuhan Pulau Baai untuk melaksanakan pengerukan sesuai penugasan dari Kementerian Perhubungan. Proses pengerukan dilakukan untuk mencapai kedalaman minus 4,5 meter pada tahap pertama, sebagai jalur emergensi agar kapal-kapal yang selama ini tertahan dapat keluar dan masuk kembali.
“Pengerukan dilakukan efektif selama 20 jam per hari, hanya berhenti untuk pemeliharaan karena medan banyak sampah, batu, dan kayu,” ungkap tim teknis di lokasi.
Rieke menyebut bahwa upaya ini sangat penting untuk menyelamatkan kehidupan sekitar 4.300 jiwa warga Pulau Enggano yang terdampak secara langsung akibat terganggunya jalur logistik. Ia menegaskan bahwa proses ini tidak boleh hanya selesai di tahap pertama, namun harus berlanjut hingga alur pelayaran dan dermaga benar-benar berfungsi normal kembali.
“Kita tidak bisa menunggu terlalu lama, karena kehidupan masyarakat di sana terus berjalan. Pengerukan ini bukan sekadar proyek, tapi perjuangan bersama untuk memastikan akses dan logistik rakyat tetap berjalan,” tegas Rieke.
Rieke juga menyampaikan bahwa hasil tinjauan dan keluhan masyarakat telah diteruskan kepada pimpinan DPR RI, termasuk kepada Ketua DPR, dan akan segera disampaikan kepada Presiden.
Di akhir kunjungan, Rieke menyuarakan dukungan penuh bagi warga Enggano dan menegaskan bahwa perjuangan ini akan terus dikawal sampai akses transportasi laut kembali pulih dan dapat mendukung ekonomi lokal secara maksimal.







