BENGKULU – Nilai ekspor Provinsi Bengkulu selama Januari-September 2026 tercatat sebesar US$64,61 juta atau turun 16,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$77,49 juta. Penurunan tersebut terjadi pada sejumlah sektor ekspor, terutama industri pengolahan serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.
ekspor bengkulu
Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Sahranudin, SE., M.Si., mengatakan nilai ekspor Bengkulu pada September 2026 mencapai US$9,37 juta. Angka tersebut turun 28,67 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat US$13,13 juta, serta turun 27,35 persen dibandingkan September 2025 sebesar US$12,90 juta.

Menurut sektor ekspor nonmigas, hasil industri pengolahan selama Januari-September 2026 mengalami penurunan 82,50 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor hasil pertambangan dan lainnya turun 9,06 persen, sedangkan hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 38,89 persen.

Penurunan juga terjadi pada sejumlah kelompok komoditas ekspor. Berbagai barang buatan pabrik, buah-buahan, olahan dari tepung, serta plastik dan barang dari plastik masing-masing mengalami penurunan 100 persen. Selain itu, ekspor binatang hidup turun 98,54 persen, industri pengolahan lainnya turun 96,98 persen, pakaian dan aksesorinya (rajutan) turun 93,06 persen, serta karet dan barang dari karet turun 85,90 persen.

Baca Juga:  JNE Content Competition 2025 kembali di Gelar dengan Hadiah Ratusan Juta Rupiah

Di tengah penurunan tersebut, terdapat komoditas yang mencatatkan pertumbuhan, yakni karya seni, barang kolektor, dan barang antik. Kelompok komoditas ini mengalami kenaikan ekspor sebesar 116,45 persen dibandingkan periode Januari-September 2025.

Berdasarkan negara tujuan, India menjadi pasar ekspor terbesar Bengkulu selama Januari-September 2026 dengan nilai US$26 juta. Selanjutnya, Pakistan mencapai US$9,32 juta dan Bangladesh sebesar US$9,10 juta. Kontribusi ketiga negara tersebut mencapai 68,74 persen dari total ekspor Bengkulu.

Sementara itu, pada September 2026 tidak tercatat adanya impor ke Provinsi Bengkulu. Dengan kondisi tersebut, neraca perdagangan Bengkulu selama Januari-September 2026 mencatat surplus US$64,61 juta, meskipun turun 16,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai US$77,49 juta.