Bengkulu – Anggota DPD RI/MPR RI dapil Bengkulu, Apt. Hj. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar Festival Semarak Merah Putih di 10 kabupaten/kota.
Menurut Destita, inovasi tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenalkan budaya dan potensi wisata daerah, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi UMKM sekaligus menjadi wadah bagi potensi daerah untuk berkarya.
Hal itu disampaikan Destita saat menghadiri Semarak Merah Putih di Kabupaten Seluma digelar di halaman Masjid Agung Baitul Falihin bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dan Bupati Seluma Teddy Rahman, Sabtu 3 Oktober 2026.
Senator Destita melihat pelaksanaan Semarak Merah Putih di berbagai daerah menunjukkan bahwa kegiatan berbasis budaya dapat dikemas lebih kreatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung. Ruang tersebut dinilai penting untuk memperkenalkan karya pelaku UMKM, seni dan budaya lokal, sekaligus membuka peluang bagi berbagai potensi daerah agar semakin dikenal.
“Semarak Merah Putih ini bisa jadi wadah mengenalkan budaya, pariwisata, UMKM dan potensi masyarakat bisa mendapatkan ruang untuk tampil dan berkembang. Ini merupakan inovasi yang patut diapresiasi,” ujar Destita.
Anggota Komite IV DPD RI itu berharap konsep Semarak Merah Putih ke depan dapat terus dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas. Festival tersebut didukung untuk menjadi agenda berskala nasional sehingga mampu menarik wisatawan datang ke Bengkulu.
Menurut Destita, pengembangan festival berskala nasional juga dapat menjadi sarana memperkenalkan Bengkulu sebagai daerah yang memiliki kekayaan sejarah, budaya dan potensi pariwisata. Terlebih, Bengkulu memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah Sang Saka Merah Putih melalui Fatmawati Soekarno yang dikenal sebagai penjahit bendera pusaka.
“Ke depan, saya berharap Semarak Merah Putih bisa dibesarkan skalanya menjadi event nasional hingga internasional. Bengkulu memiliki cerita sejarah yang kuat sebagai bumi kelahiran Ibu Fatmawati, penjahit bendera Merah Putih. Ini bisa menjadi daya tarik untuk mengenalkan Bengkulu kepada wisatawan dari luar negeri,” katanya.
Destita juga menilai pengembangan festival perlu dibarengi dengan penguatan keterlibatan pelaku ekonomi kreatif, UMKM, komunitas seni dan budaya serta pelaku pariwisata. Dengan begitu, Semarak Merah Putih tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu ikon kegiatan budaya dan pariwisata Bengkulu.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mengatakan Semarak Merah Putih bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Kegiatan tersebut, menurutnya, juga menjadi wadah memperkuat kebersamaan, membuka ruang bagi UMKM dan menampilkan produk masyarakat sehingga aktivitas ekonomi rakyat ikut bergerak.
“Kita ingin masyarakat bahagia, berkumpul, bersilaturahmi, dan yang paling penting ekonomi rakyat ikut bergerak. UMKM kita beri ruang, produk-produk masyarakat kita tampilkan, sehingga kegiatan ini benar-benar memberikan manfaat,” ujar Helmi.
Helmi menyebut pelaksanaan Semarak Merah Putih di Seluma berlangsung sukses, meriah dan mendapat antusiasme masyarakat. Ia mengapresiasi warga yang ikut hadir dan menyukseskan kegiatan tersebut serta menyatakan kegiatan serupa akan dikembangkan lebih meriah pada tahun berikutnya.
Helmi menjelaskan jika semarak Merah Putih terlaksana atas apresiasi Kemendagri terhadap upaya pengendalian inflasi di daerah. Sebagai daerah dengan inflasi terendah nasional itulah yang kemudian membuat Bengkulu mendapat insentif senilai Rp6 miliar.
“Dari sinilah kemudian Semarak Merah Putih terlaksana. Kita siapkan ini menjadi event tahunan, sehingga UMKM dan potensi daerah ke depan dapat berkembang, ” tuturnya.
Bupati Seluma Teddy Rahman turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Semarak Merah Putih di daerahnya. Menurut Teddy, kegiatan tersebut memberikan ruang kepada masyarakat dan pelaku UMKM untuk terlibat sekaligus menjadi hiburan bagi warga Seluma.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan Semarak Merah Putih ini. Masyarakat sangat antusias. Selain memberikan hiburan, kegiatan ini juga memberikan ruang bagi UMKM dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Teddy.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian Semarak Merah Putih yang digelar di 10 kabupaten/kota di Provinsi Bengkulu. Di Seluma, giat dilaksanakan pada 3 hingga 12 Oktober dan dibuka dengan penampilan tari tradisional, band disabilitas hingga band lokal bakardi.







