
Bengkulu — Ribuan peserta Kemah Pramuka Madrasah Daerah (KPMD) Tingkat Provinsi Bengkulu 2026 mengikuti aksi peduli lingkungan di Kolam UINFAS Bengkulu, Sabtu (5/9/2026). Mereka melakukan pelepasliaran burung dan penebaran benih ikan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan KPMD.
Aksi tersebut dipimpin Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., bersama Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si. Turut hadir Rektor UINFAS Bengkulu, Prof. Dr. KH. Khairuddin, M.Ag., jajaran wakil rektor, serta pejabat Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penerapan konsep ekoteologi dalam pelaksanaan KPMD Bengkulu 2026. Pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan melalui kegiatan langsung yang melibatkan para peserta.
Dirjen Pendidikan Islam, Amien Suyitno, mengatakan kepedulian terhadap alam sejalan dengan nilai yang terkandung dalam Dasa Dharma Pramuka, terutama cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Menurutnya, persoalan lingkungan harus menjadi bagian dari perhatian dalam proses pendidikan peserta didik.
Ia menilai penanaman kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan sejak dini melalui pengalaman nyata. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memahami nilai ekologis secara teori, tetapi juga terbiasa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita harus empati, kita harus peduli. Maknanya, pramuka nilai-nilainya semuanya sejalan dengan nilai-nilai religiositas,” ujar Suyitno.
Menurut Suyitno, pendidikan di madrasah saat ini perlu membangun tiga fondasi karakter secara bersamaan, yakni spiritualitas, kepedulian ekologis dan nilai kemanusiaan. Ketiga aspek tersebut dinilai saling berkaitan dalam membentuk karakter peserta didik.
Melalui aksi pelepasliaran burung dan penebaran benih ikan, peserta KPMD diajak memahami kepedulian terhadap alam melalui tindakan sederhana. Kegiatan tersebut sekaligus memberikan pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan lingkungan.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Saefudin, mengatakan keterlibatan peserta dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran mengenai tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Ia menilai pendidikan tentang alam akan lebih mudah dipahami jika peserta didik mendapatkan pengalaman secara langsung.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mengajak anak-anak madrasah untuk melihat bahwa kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan dalam tindakan. Merawat alam adalah bagian dari tanggung jawab kita sebagai manusia,” ujar Saefudin.
Ia berharap nilai yang diperoleh selama kegiatan dapat diterapkan peserta setelah kembali ke madrasah masing-masing. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.






