YOGYAKARTA — Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menyiapkan empat instrumen pertanahan dan tata ruang untuk mendukung Pertamina dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Keempat instrumen tersebut meliputi kepastian tata ruang, ketersediaan tanah, kepastian hukum atas tanah dan aset, serta penyelesaian persoalan pertanahan.
Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengatakan dukungan tersebut sejalan dengan upaya pemerintah memperkuat kemandirian dan swasembada energi. Menurutnya, kepastian dari sisi pertanahan dan tata ruang diperlukan untuk mendukung kelancaran kegiatan usaha sektor energi.
“Presiden Prabowo selalu mengingatkan betapa swasembada energi, kemandirian energi, merupakan survival interest dari bangsa kita,” ujar Ossy dalam acara Sinergi Ketahanan Energi Nusantara yang digelar Pertamina di Yogyakarta, Kamis (13/8/2026).
Ossy mengatakan ATR/BPN dapat memastikan kepastian tata ruang sebagai salah satu instrumen untuk mendukung kegiatan usaha Pertamina. Kepastian tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan pelaksanaan usaha.
Selain tata ruang, ATR/BPN menyiapkan dukungan terhadap ketersediaan tanah untuk kebutuhan pembangunan sektor energi. Kepastian hukum atas tanah dan aset serta penyelesaian berbagai persoalan pertanahan juga menjadi bagian dari dukungan kementerian.
Sinergi antara ATR/BPN dan Pertamina diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap pembangunan infrastruktur dan kegiatan usaha sektor energi. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi nasional.







