Minggu, Juli 12, 2026
Beranda Berita Batik Besurek Bengkulu Dipromosikan pada Pameran Internasional di Singapura

Batik Besurek Bengkulu Dipromosikan pada Pameran Internasional di Singapura

0
2

Bengkulu – Batik Besurek khas Bengkulu tampil dalam ajang Orchid Extravaganza: Rhythm of the Rainforest di Gardens by the Bay, Singapura. Kain tradisional yang telah berstatus Indikasi Geografis (IG) itu ditampilkan melalui instalasi bunga Rafflesia sebagai simbol perpaduan kekayaan hayati dan budaya Indonesia.

Pameran yang berlangsung pada 3 Juli hingga 10 Agustus 2026 merupakan hasil kolaborasi Gardens by the Bay, Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum, dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura. Melalui pameran tersebut, Indonesia memperkenalkan produk indikasi geografis, budaya, dan ekonomi kreatif kepada masyarakat internasional.

Tahun ini Indonesia menjadi inspirasi utama Orchid Extravaganza. Flower Dome disulap menjadi lanskap Nusantara dengan menampilkan replika Candi Bentar, Menara Meru, Rumah Adat Sumba (Uma Mbatangu), instalasi anyaman tradisional, koleksi anggrek asli Indonesia, serta Rafflesia berbalut Batik Besurek.

Ketua Tim Kerja Diseminasi dan Promosi DJKI, Endar Tri Ariningsih, mengatakan kehadiran Batik Besurek di Gardens by the Bay merupakan langkah strategis untuk memperluas promosi produk indikasi geografis Indonesia di pasar global.

Baca Juga:  Pimpin Apel Ojol-Buruh di Sumsel, Kapolri Tekankan Jaga Persatuan hingga Stabilitas Nasional

“Kehadiran Batik Besurek di Gardens by the Bay merupakan langkah strategis kami dalam memperluas eksposur produk lokal agar semakin dikenal, dipercaya, dan memiliki daya saing di pasar global. Jutaan pengunjung dari berbagai negara tidak hanya menikmati instalasi ini, tetapi juga dapat mengenal kualitas, keaslian, dan nilai budaya produk indikasi geografis Indonesia,” ujar Endar, Minggu (12/7/2026).

Batik Besurek telah memperoleh pelindungan sebagai Indikasi Geografis dengan Nomor Registrasi E-IG.21.2019.000004 sejak 1 Februari 2021. Status tersebut menjadi pengakuan atas kualitas, reputasi, dan karakteristik yang lahir dari sejarah, budaya, serta keterampilan masyarakat Bengkulu.

Keunikan Batik Besurek terletak pada motif kaligrafi Arab gundul yang diolah sebagai unsur dekoratif sehingga menghasilkan corak khas yang menjadi identitas budaya Bengkulu. Status Indikasi Geografis juga menjamin setiap produk dibuat sesuai standar, mulai dari bahan baku, ukuran kain, hingga teknik pembuatannya.

Ketua Tim Kerja Pemanfaatan, Utilisasi, dan Pengawasan Indikasi Geografis DJKI, Irma Mariana, mengatakan sertifikasi Indikasi Geografis tidak hanya memberikan pelindungan hukum, tetapi juga menjaga mutu dan keaslian produk sekaligus meningkatkan daya saing para perajin.

Baca Juga:  Kapolri Pimpin Penutupan Pendidikan Sespim Polri Tahun Ajaran 2025 di Lemdiklat Polri

“Pemanfaatan produk yang kualitasnya terjaga mampu meningkatkan daya saing sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan para perajin di Bengkulu,” kata Irma.

Melalui partisipasi dalam Orchid Extravaganza 2026, DJKI berharap semakin banyak masyarakat internasional mengenal produk-produk Indikasi Geografis Indonesia. Promosi ini juga diharapkan membuka akses pasar yang lebih luas, meningkatkan nilai tambah produk daerah, serta mendukung kesejahteraan para perajin dan pelaku ekonomi kreatif.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]