BENGKULU UTARA – Bupati Bengkulu Utara, Arie Septia Adinata, menghadiri acara Tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-80 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Arga Makmur, Jumat (26/6/2026).
Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menguatkan Kemandirian, dan Meneduhkan Peradaban”, kegiatan tersebut dihadiri pengurus Muslimat NU, tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Bengkulu Utara.
Dalam sambutannya, Bupati Arie Septia Adinata memberikan apresiasi atas kontribusi Muslimat NU yang telah mengabdi selama delapan dekade dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
Menurutnya, tema yang diangkat pada peringatan Harlah ke-80 ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana pelestarian tradisi dan penguatan kemandirian menjadi modal penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Merawat tradisi adalah pondasi. Dari tradisi yang kuat kita bisa menguatkan kemandirian, dan dari kemandirian itulah lahir peradaban yang meneduhkan,” ujar Arie.
Ia juga menyoroti pentingnya peran Muslimat NU dalam mendorong kemandirian perempuan serta memperkuat ketahanan ekonomi keluarga. Menurutnya, perempuan memiliki posisi strategis dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan berdaya saing.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara siap terus bersinergi dengan Muslimat NU melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Perempuan yang mandiri akan melahirkan keluarga yang kuat, dan keluarga yang kuat adalah fondasi Bengkulu Utara yang hebat,” tegasnya.
Rangkaian tasyakuran Harlah ke-80 Muslimat NU diisi dengan doa bersama, tausiyah keagamaan, serta pemotongan tumpeng sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan panjang organisasi perempuan terbesar di lingkungan Nahdlatul Ulama tersebut.
Suasana acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban, mencerminkan semangat kebersamaan serta komitmen Muslimat NU dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
Pengurus Muslimat NU Bengkulu Utara menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Arie Septia Adinata. Kehadiran orang nomor satu di Bengkulu Utara itu dinilai sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap peran dan eksistensi organisasi perempuan dalam pembangunan daerah.
Memasuki usia ke-80 tahun, Muslimat NU diharapkan terus menjadi organisasi yang mampu menjaga tradisi, memperkuat kemandirian perempuan, serta menghadirkan kontribusi positif bagi masyarakat di tengah perkembangan zaman yang terus berubah. (*)







