Seluma – Gubernur Bengkulu Helmi Hasan didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni menghadiri prosesi pemakaman Drs. H. Achmad Sardi HS, M.Si., ayahanda kandung Anggota DPD RI/MPR RI Apt Hj Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., dan Bupati Seluma Teddy Rahman, S.E., M.M., di Desa Kembang Mumpo, Kecamatan Semidang Alas Maras, Kabupaten Seluma, Kamis (11/6/2026) pagi.
Almarhum dimakamkan di pemakaman keluarga yang berada di desa kelahirannya. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat dan dihadiri keluarga besar, kerabat, pejabat daerah, tokoh masyarakat, serta warga yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Helmi Hasan menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum. Menurut Helmi, Achmad Sardi merupakan sosok yang memiliki kepedulian besar terhadap kemajuan Bengkulu dan tidak pernah memikirkan kenyamanan untuk dirinya sendiri.
“Kalau hanya mencari kenyamanan, almarhum sudah nyaman. Di Jawa nyaman, di Jakarta juga nyaman. Tetapi beliau tidak ingin nyaman sendiri. Beliau ingin masyarakat Bengkulu ikut nyaman, bahagia, dan sukses. Itu pelajaran yang bisa kita ambil dari beliau,” ujar Helmi Hasan.
Helmi menilai kecintaan almarhum terhadap tempat lahir almarhum tercermin dari dorongannya kepada anak-anaknya untuk terlibat dalam dunia politik dan pembangunan daerah. Baginya, keberhasilan Destita Khairilisani menjadi anggota DPD RI dan Teddy Rahman menjadi Bupati Seluma merupakan bagian dari cita-cita besar almarhum untuk memajukan Bengkulu.
“Allah menghadirkan anak-anak beliau untuk berjuang membangun daerah. Bu Destita menjadi anggota DPD RI, Mas Teddy Rahman menjadi Bupati Seluma. Artinya almarhum benar-benar ingin Bengkulu ini maju,” katanya.
Helmi juga mengungkapkan bahwa kepergian almarhum meninggalkan banyak kenangan dan keteladanan. Menurutnya, sosok Achmad Sardi telah memberikan contoh bahwa hidup bukan hanya untuk kepentingan diri sendiri, melainkan untuk memberikan manfaat bagi orang banyak.
“Kita bersyukur pernah memiliki orang tua dan tokoh seperti beliau. Beliau mengajarkan bahwa hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi bagaimana kita bisa membuat orang lain bahagia dan bangga,” tambahnya.
Gubernur mengatakan dirinya masih sempat bertemu dengan almarhum beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, almarhum banyak berbicara mengenai perkembangan dan masa depan Bengkulu yang diharapkannya semakin maju.
“Kunjungan terakhir beliau ke rumah dinas saya juga masih membicarakan Bengkulu. Semangat dan kecintaannya terhadap daerah ini luar biasa,” ungkap Helmi.
Helmi Hasan bersama para pelayat turut memanjatkan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta diampuni segala dosa dan kesalahannya.
“Kita sudah mendoakan beliau. Semoga Allah SWT menempatkan almarhum di tempat terbaik, mengampuni dosa-dosanya, dan menerima seluruh amal ibadahnya,” tuturnya.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenalnya. Almarhum dikenal sebagai sosok yang memiliki dedikasi tinggi dalam kehidupan bermasyarakat serta menjadi panutan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Mewakili keluarga, Senator Destita menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang mungkin pernah dilakukan ayahandanya semasa hidup. Ia juga meminta doa dari seluruh masyarakat agar almarhum memperoleh husnul khatimah dan seluruh amal ibadahnya diterima Allah SWT.
“Kami mohon doanya semoga beliau husnul khatimah. Kami juga memohon agar masyarakat dapat memaafkan segala kesalahan dan kekhilafan beliau selama hidup,” ujar Destita.
Destita juga menyampaikan bahwa apabila masih terdapat janji, urusan, atau kewajiban almarhum yang belum terselesaikan, masyarakat dapat menghubungi pihak keluarga untuk ditindaklanjuti.
“Kami membuka diri apabila masih ada janji-janji beliau yang belum terpenuhi atau hal lainnya yang perlu disampaikan. Silakan menghubungi saya, adik saya, ataupun keluarga kami,” katanya.
Bupati Teddy Rahman juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, serta doa sejak almarhum menjalani perawatan hingga proses pemakaman berlangsung.







