Rabu, Juni 3, 2026
Beranda Berita Sekda Bengkulu Dorong Percepatan Solusi Irigasi untuk Lahan Cetak Sawah

Sekda Bengkulu Dorong Percepatan Solusi Irigasi untuk Lahan Cetak Sawah

0
15

Bengkulu – Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni meminta percepatan penyelesaian persoalan irigasi yang masih menghambat pemanfaatan lahan program cetak sawah di sejumlah daerah. Hal itu dibahas dalam rapat evaluasi Program Cetak Sawah Rakyat 2025 di Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (2/6).

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan melaporkan Bengkulu memperoleh alokasi cetak sawah seluas 2.200 hektare. Dari jumlah tersebut, 1.542,57 hektare telah memiliki Survey Investigasi dan Desain (SID), sedangkan 861,9 hektare sudah memasuki tahap konstruksi.

Sebagian lahan yang telah dicetak mulai dimanfaatkan petani. Tercatat sekitar 319,9 hektare di Kabupaten Bengkulu Utara, Seluma, dan Rejang Lebong telah memasuki masa tanam hingga panen.

Namun, masih terdapat kendala pada lahan cetak sawah di Desa Tanjung Gelang, Kabupaten Rejang Lebong. Sekitar 572 hektare lahan belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena pasokan air irigasi belum tersedia.

Herwan Antoni menegaskan keberhasilan program tidak hanya diukur dari luas lahan yang berhasil dicetak, tetapi juga dari pemanfaatannya oleh masyarakat. Menurutnya, persoalan irigasi harus segera diselesaikan agar lahan yang sudah dibangun dapat segera produktif.

Baca Juga:  Mungkinkah Perang Dunia 3 Akan Terjadi? Ini Kata Prof. Suzie

“Sawah sudah dicetak, tetapi air belum mengalir. Ini yang harus segera kita carikan solusinya bersama. Jangan sampai program yang sudah berjalan baik justru dianggap gagal karena persoalan irigasi belum terselesaikan,” kata Herwan.

Ia meminta pemerintah kabupaten, Balai Wilayah Sungai (BWS), TNI, dan perangkat daerah terkait memperkuat koordinasi untuk mencari solusi teknis penyediaan air. Sejumlah upaya telah dilakukan, termasuk pembangunan jaringan perpipaan dan koordinasi dengan pemerintah pusat, namun masih diperlukan kajian lanjutan sesuai kondisi lapangan.

Pemerintah Provinsi Bengkulu juga telah mendapatkan dukungan tambahan dari pemerintah pusat untuk penyempurnaan jaringan perpipaan. Perwakilan Kodim menyatakan siap mendukung percepatan penanganan dengan melibatkan tenaga ahli hidrologi agar sistem yang dibangun efektif dan sesuai kebutuhan.

Selain mengevaluasi program tahun 2025, rapat juga membahas rencana cetak sawah tahun 2026. Bengkulu mendapat indikasi alokasi seluas 5.000 hingga 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian dan saat ini masih menunggu usulan lokasi dari kabupaten dan kota untuk penyusunan SID.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]