Bengkulu – Pemerintah Kota Bengkulu terus mematangkan rencana penataan pasar tradisional, khususnya di Pasar Panorama dan Pasar Minggu. Kedua pasar tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang beroperasi hampir selama 24 jam setiap hari.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bengkulu, Rozi Ismariandi mengatakan, pihaknya telah mengusulkan bantuan anggaran kepada Pemerintah Pusat untuk renovasi total dua pasar tersebut. Masing-masing pasar diusulkan memperoleh anggaran sekitar Rp50 miliar.
“Kami sudah mengajukan bantuan ke pusat untuk renovasi Pasar Panorama dan Pasar Minggu. Masing-masing pasar diusulkan mendapatkan anggaran sekitar Rp50 miliar,” ujar Rozi, Senin (11/5).
Menurutnya, anggaran tersebut akan difokuskan untuk rehabilitasi bangunan dan pembenahan fasilitas pasar agar lebih representatif. Pemerintah berharap kondisi pasar yang lebih baik dapat meningkatkan kenyamanan pedagang maupun pengunjung saat bertransaksi.
Selain peningkatan fasilitas, penataan pasar juga diproyeksikan menjadi solusi untuk menertibkan pedagang kaki lima yang masih berjualan di badan jalan. Keberadaan PKL di sejumlah titik selama ini dinilai menjadi salah satu penyebab kemacetan di sekitar kawasan pasar.
“Dengan kondisi pasar yang lebih layak, kami berharap pedagang tidak lagi berjualan di badan jalan yang kerap memicu kemacetan. Ini langkah penting untuk menciptakan ketertiban kota,” tambahnya.
Pemkot Bengkulu menargetkan penataan pasar tradisional dapat menciptakan pusat ekonomi rakyat yang lebih tertib, bersih, nyaman, dan memiliki daya saing. Renovasi ini juga diharapkan mampu menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di dalam area pasar secara lebih teratur.







