Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda Ekonomi Ekonomi Bengkulu Triwulan I 2026 Tumbuh 4,72 Persen

Ekonomi Bengkulu Triwulan I 2026 Tumbuh 4,72 Persen

0
16

Bengkulu – Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat ekonomi Provinsi Bengkulu pada Triwulan I Tahun 2026 terhadap Triwulan I Tahun 2025 tumbuh sebesar 4,72 persen secara year on year (y-on-y).

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengatakan pertumbuhan ekonomi terjadi pada hampir seluruh lapangan usaha, kecuali sektor pertambangan dan penggalian yang mengalami kontraksi sebesar minus 32,20 persen.

“Tiga lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi yakni penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 19,73 persen, jasa keuangan dan asuransi sebesar 14,31 persen, serta jasa lainnya sebesar 10,30 persen,” ujar Win Rizal.

Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang masih menjadi tulang punggung ekonomi Bengkulu juga tumbuh sebesar 5,46 persen.

BPS mencatat struktur perekonomian Bengkulu masih didominasi lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi sebesar 32,27 persen. Kemudian disusul perdagangan besar dan eceran sebesar 13,07 persen serta transportasi dan pergudangan sebesar 9,21 persen.

“Ketiga sektor tersebut menyumbang sekitar 54,55 persen terhadap perekonomian Provinsi Bengkulu,” jelasnya.

Baca Juga:  Gubernur Bengkulu Hadirkan Beras Murah Religius Ringankan Beban Warga

Namun secara quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Bengkulu Triwulan I-2026 dibandingkan Triwulan IV-2025 mengalami kontraksi sebesar minus 2,34 persen.

Kontraksi terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian sebesar minus 29,89 persen, diikuti konstruksi sebesar minus 9,71 persen, serta pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang sebesar minus 7,73 persen.

Di sisi lain, sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib justru mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,96 persen, disusul penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 3,53 persen serta pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 3,43 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi Bengkulu secara tahunan didorong oleh hampir seluruh komponen pengeluaran, kecuali ekspor barang dan jasa yang mengalami kontraksi sebesar minus 6,48 persen.

Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 13,79 persen, diikuti Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) sebesar 6,42 persen, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) sebesar 5,94 persen, serta Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 4,21 persen.

Baca Juga:  BI Luncurkan Laporan Perekonomian Nasional 2024

BPS juga mencatat perekonomian Bengkulu masih didominasi oleh komponen konsumsi rumah tangga yang mencapai 60,55 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selain itu, PMTB berkontribusi sebesar 34,68 persen, ekspor barang dan jasa sebesar 31,13 persen, konsumsi pemerintah sebesar 16,91 persen, serta PK-LNPRT sebesar 2,50 persen.

Secara spasial di Pulau Sumatera, struktur perekonomian masih didominasi Provinsi Sumatera Utara dengan kontribusi sebesar 23,50 persen terhadap PDRB Sumatera, diikuti Provinsi Riau sebesar 23,29 persen dan Sumatera Selatan sebesar 13,60 persen.

Sementara itu, kontribusi Provinsi Bengkulu terhadap PDRB Pulau Sumatera tercatat sebesar 2,10 persen.

Win Rizal menambahkan, ekonomi Pulau Sumatera secara keseluruhan tumbuh sebesar 5,13 persen pada Triwulan I-2026. Provinsi Kepulauan Riau menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 7,04 persen, sedangkan Aceh menjadi yang terendah sebesar 4,09 persen.

“Provinsi Bengkulu berada di posisi ketujuh dari sepuluh provinsi di Pulau Sumatera dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,72 persen,” tutupnya.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]