Sabtu, Mei 9, 2026
Beranda Berita BPS: Penduduk Bengkulu Capai 2,14 Juta Jiwa, Generasi Z Dominasi Struktur Penduduk

BPS: Penduduk Bengkulu Capai 2,14 Juta Jiwa, Generasi Z Dominasi Struktur Penduduk

0
6

Bengkulu – Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu mencatat jumlah penduduk Provinsi Bengkulu berdasarkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 mencapai 2,14 juta jiwa. Dalam lima tahun terakhir, rata-rata laju pertumbuhan penduduk tahunan Provinsi Bengkulu tercatat sebesar 1,30 persen.

Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Win Rizal mengatakan, komposisi penduduk Bengkulu masih didominasi penduduk usia produktif, terutama Generasi Z dan generasi milenial.

“Berdasarkan hasil SUPAS 2025, Generasi Z menjadi kelompok terbesar dengan persentase 25,73 persen, diikuti Generasi Milenial sebesar 24,71 persen. Artinya lebih dari separuh penduduk Bengkulu saat ini berasal dari generasi muda produktif,” ujarnya.

Selain itu, hasil SUPAS 2025 juga menunjukkan jumlah penduduk laki-laki di Provinsi Bengkulu sebanyak 1.092.267 jiwa atau 51,04 persen dari total penduduk, sedangkan jumlah penduduk perempuan mencapai 1.047.875 jiwa atau 48,96 persen.

Dengan komposisi tersebut, rasio jenis kelamin Provinsi Bengkulu sebesar 104, yang berarti terdapat sekitar 104 laki-laki untuk setiap 100 perempuan.

Sementara itu, rasio ketergantungan penduduk mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir hingga mencapai 45,46 persen pada tahun 2025.

Baca Juga:  Pemprov Bengkulu Dorong Penguatan Iman Peserta Retreat Merah Putih Angkatan X

Dalam aspek fertilitas, BPS mencatat Angka Kelahiran Total atau Total Fertility Rate (TFR) Provinsi Bengkulu sebesar 2,27 dan semakin mendekati replacement level.

Data SUPAS 2025 juga menunjukkan adanya penurunan fertilitas, terutama pada kelompok perempuan usia 15 hingga 24 tahun. Pada kelompok umur 15-19 tahun, Age-Specific Fertility Rate (ASFR) turun dari 51,10 kelahiran per 1.000 perempuan pada SP2010 menjadi 24,53 pada SUPAS 2025.

Meski demikian, puncak fertilitas masih berada pada kelompok usia 25-29 tahun dengan ASFR sebesar 138,34 kelahiran per 1.000 perempuan.

Untuk Angka Kelahiran Kasar atau Crude Birth Rate (CBR), hasil SUPAS 2025 mencatat terdapat 17,58 kelahiran hidup per 1.000 penduduk Provinsi Bengkulu. Angka tersebut menurun dibandingkan hasil Long Form SP2020 yang mencapai 18,56.

Di sisi lain, angka kematian bayi atau Infant Mortality Rate (IMR) di Provinsi Bengkulu terus mengalami penurunan hingga mencapai 16,89 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2025.

“Artinya dari 1.000 kelahiran hidup terdapat sekitar 16 hingga 17 bayi meninggal sebelum usia satu tahun. Angka ini jauh lebih baik dibandingkan SP2010 yang mencapai 27,49,” jelas Win Rizal.

Baca Juga:  Komisi III DPR RI Sambangi Polda Bengkulu Bahas Penegakan Hukum dan Kinerja APH

BPS juga mencatat disparitas IMR antarwilayah di Provinsi Bengkulu. Kabupaten Lebong menjadi daerah dengan IMR tertinggi sebesar 19,62, sedangkan Kota Bengkulu menjadi wilayah dengan IMR terendah yakni 11,99.

Selain itu, SUPAS 2025 menunjukkan sebanyak 17 dari 1.000 penduduk usia lima tahun ke atas kini tinggal di provinsi berbeda dibandingkan lima tahun sebelumnya.

Menariknya, Provinsi Bengkulu kini juga memasuki fase ageing population atau penduduk menua, dengan persentase penduduk lanjut usia mencapai 10,25 persen.

Menurut Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu, kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah dalam menyiapkan kebijakan pembangunan, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan di masa mendatang.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]