Banjir kali ini luar biasa besar, terutama daerah Kabupaten Lebong, Kabupaten Benteng dan Kota Bengkulu. Mari kita telisik wilayah yang terkena dampak banjir.
Bahasan ini mungkin klasik, penyebab sudah diketahui, hanya saja aksi yang belum Nampak serius! Kabupaten lebong, dengan topografi pegunungan dan letak pemukiman “seperti Kuali” diapit oleh pegunungan kiri kanan, maka upayanya tidak seperti biasa! Harus Upaya keras dan luar biasa!
Kondisi lingkungan hutan di Kabupaten lebong memang sudah rusak!banyak terjadi penggundulan hutan, karena adanya penebangan yang dilakukan terus menerus, tanpa ada Upaya menanam Kembali. Upaya konservasi boleh dikatakan nol! Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakatnya harus ambil Tindakan yang ekstrim. Apa Tindakan ekstrim itu, mari melakukan konservasi hutan, tanah dan air! Segera!
Menurut Hemat saya, kabupaten lain Kepahyang, Rejang lebong dan Mukomuko mengalami hal yang sama, terjadi kelengahan terhadap Upaya konservasi ini. Alasan ekonomi ya, tapi harus dilakukan secara bertanggung jawab! Apa tanggung jawabnya? Yaitu konservasi hutan, tanah, dan air, mutlak!
Jika mau selamat wilayah yang berbukit, tidak ada jalan lain harus melakukan konservasi lingkungan! Entah bagaimana caranya! Dalam undang Undang lingkungan hidup, siapa yang merusak, maka dialah yang bertanggung jawab memperbaikinya. Contoh, siapa menebang kayu sebatang, maka dia harus menanam empat puluh batang kayu dengan jenis yang sama! atau serupa!
Khusus untuk kota Bengkulu, yang merupakan wilayah terdampak, maka dapat dilakukan normalisasi sungan Serut, pengerukan dan pembuatan tanggul, membuat kolam tangkapan air, dan lebih ekstrim Adalah pengalihan aliran Sungai Serut, agar tidak menggenangi kota Bengkulu. Jangka pendek, normalisasi selokan yang da dalam kota sangat mendesak. Kemudian, merubah kebiasaan penduduknya dari membuang sampah di selokan!
Berikut ini ada beberapa cara untuk penanggulangan bencana banjir :
1. Membuat fungsi sungai dan selokan dapat bekerja dengan baik. Sungai dan selokan adalah tempat aliran air sehingga jangan sampai tercemari dengan sampah atau menjadi tempat pembuangan sampah yang akhirnya menyebabkan sungai dan selokan menjadi tersumbat.
2. Melakukan reboisasi tanaman khususnya jenis tanaman dan pepohonan yang dapat menyerap air dengan cepat.
3. Memperbanyak dan menyediakan lahan terbuka untuk membuart lahan hijau untuk penyerapan air.
4. Berhenti membangun perumahan di tepi sungai, karena akan mempersempit sungai dan sampah rumah juga akan masuk sungai.
5. Berhenti membangun gedung-gedung tinggi dan besar, karena akan menyebabkan bumi ini akan semakin sulit menahan bebanya dan membuat permukaan tanah turun.
6. Hindari penebangan pohon-pohon di hutan secara liar dan juga di bantaran sungai, karena pohon berperan penting untuk pencegahan banjir. Sebenarnya menebang pohon tidak dilarang bila kita akan menanam kembali pohon tersebut dan tidak membiarkan hutan menjadi gundul. Persoalan penebangan pohon, kayu warning bagi daerah pegunungan dan perbukitan seperti Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahyang, Seluma, Mukomuko harus mendapat perhatian khusus! Membutuhkan cara kerja yang luar biasa!
Jadi, Dengan melakukan cara penanggulangan banjir tersebut kita dapat mencegah bencana banjir. Karena selama ini pemerintah pun telah bekerja keras untuk mencegah terjadinya banjir, tetapi semua masyarakat pun harus mendukung agar semua bisa teratasi dengan baik. Salam
***
Syaiful Anwar. AB (Dosen FKIP UNIHAZ Bengkulu)







