Jumat, April 3, 2026
Beranda Nasional Jaringan di Sulawesi Utara Pulih 98% Pascagempa M 7,6

Jaringan di Sulawesi Utara Pulih 98% Pascagempa M 7,6

0
4

Jakarta — Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan layanan telekomunikasi di Sulawesi Utara tetap terjaga dan pulih dengan cepat setelah gempa magnitudo 7,6 yang terjadi pada Kamis (2/4) pukul 05.48 WIB. Hingga pukul 18.00 WIB di hari yang sama, sebanyak 98,2 persen jaringan yang sempat terganggu telah kembali beroperasi.

Gempa yang berpusat 129 kilometer Tenggara Bitung sempat menyebabkan gangguan pada 223 site atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 site di wilayah terdampak. Namun, pemulihan dilakukan secara cepat sehingga mayoritas layanan kembali normal dalam hitungan jam.

Pemerintah langsung mengaktifkan Crisis Management Team di Posko Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) sejak awal kejadian dengan melibatkan seluruh unsur teknis dan operator untuk menjaga layanan tetap berjalan dan mempercepat pemulihan.

Hingga sore hari, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi. Tersisa empat site yang masih dalam proses pemulihan, masing-masing berada di Kota Bitung (dua site), Kabupaten Minahasa (satu site), dan Kabupaten Minahasa Selatan (satu site).

Baca Juga:  Pengamat Soroti 30 Wamen Menjabat di Anak Perusahaan BUMN

Gangguan jaringan terutama disebabkan oleh terputusnya pasokan listrik. Untuk menjaga layanan tetap berjalan, operator menggunakan genset sambil menunggu pemulihan listrik dari PLN.

Dari sisi operator, pemulihan berlangsung cepat dengan Telkomsel menyisakan dua site terdampak, XLSmart satu site, dan Indosat satu site.

Selain memastikan konektivitas, sistem peringatan dini juga berjalan efektif. Early Warning System kebencanaan berhasil mengirimkan notifikasi gempa dan potensi tsunami dari BMKG ke wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, termasuk Kota Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Ternate.

Di sisi pengawasan frekuensi, dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa terkonfirmasi dalam kondisi baik dan tetap beroperasi. Sebagian besar unit monitoring juga tidak mengalami gangguan. Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado terdampak dengan penurunan kualitas layanan dan masih dalam pemantauan.

Kementerian Komunikasi dan Digital memastikan seluruh sumber daya terus disiagakan agar jaringan tetap stabil dan masyarakat tetap terhubung selama masa tanggap darurat.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]