Senin, Maret 30, 2026
Beranda Berita BPBD Bengkulu Catat 10 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla

BPBD Bengkulu Catat 10 Titik Panas, Warga Diminta Waspada Karhutla

0
7
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah.

Bengkulu – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu mendeteksi sedikitnya 10 titik panas (hotspot) yang tersebar di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Temuan ini menjadi sinyal awal potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai bersama.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Khristian Hermansyah, mengatakan data hotspot tersebut diperoleh berdasarkan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurutnya, titik panas yang terpantau merupakan indikasi awal adanya potensi kebakaran lahan yang perlu segera diantisipasi oleh pemerintah daerah dan masyarakat.

“Berdasarkan pantauan satelit Aqua, Terra, SNPP, dan NOAA20, terdapat 10 titik panas yang terdeteksi pada periode 26 Maret 2026 pukul 07.00 WIB hingga 27 Maret 2026 pukul 06.00 WIB,” ujar Khristian, Minggu (29/3/2026).

Dari hasil pemantauan tersebut, titik panas tersebar di enam kabupaten di Provinsi Bengkulu. Di Kabupaten Bengkulu Selatan terdapat tiga titik yang berada di wilayah Air Nipis, Kedurang, dan Ulu Manna. Sementara itu di Kabupaten Bengkulu Utara terpantau satu titik di Kecamatan Napal Putih.

Baca Juga:  Brigade Pangan: Solusi Kementan Regenerasi Petani dan Tingkatkan Ketahanan Pangan

Selanjutnya, satu titik panas juga terdeteksi di Kabupaten Kepahiang tepatnya di Kecamatan Muara Kemumu. Kabupaten Mukomuko tercatat memiliki dua titik panas yang berada di wilayah Teras Terunjam.

Sementara itu di Kabupaten Rejang Lebong ditemukan satu titik panas di Kecamatan Sindang Beliti Ilir. Adapun Kabupaten Seluma terdapat dua titik yang berada di Kecamatan Semidang Alas dan Seluma Talo.

Khristian menjelaskan bahwa kondisi ini harus menjadi perhatian bersama, terutama karena titik panas sering menjadi indikator awal munculnya kebakaran hutan dan lahan.

Untuk itu, BPBD Provinsi Bengkulu mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut maupun semak kering.

“Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan dalam bentuk apa pun, termasuk saat membuka lahan baru. Risiko kebakaran bisa semakin besar jika dilakukan pada kondisi lahan kering,” jelasnya.

Selain itu, warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan serta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api atau aktivitas pembakaran kepada pihak berwenang seperti TNI maupun kepolisian.

Baca Juga:  Angkatan Perdana LPK Azea Bengkulu Terbang ke Jepang, Lima Siswa Siap Kerja di Sapporo

BPBD berharap peran aktif masyarakat dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Bengkulu, sehingga dampak kerusakan lingkungan dapat dihindari sejak dini.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]