Iswahyudi Bawa Bank Bengkulu Sabet Predikat TOP BUMD Awards 2026

0
1

Bengkulu – Kinerja keuangan yang terus menunjukkan tren positif mengantarkan Bank Bengkulu meraih penghargaan bergengsi pada ajang TOP BUMD Awards 2026 yang digelar oleh Infobank Institute. Bank pembangunan daerah tersebut berhasil masuk dalam kategori The Best 20 BPD dengan skor penilaian 92,46.

Capaian ini sejalan dengan lompatan kinerja finansial yang diraih Bank Bengkulu sepanjang 2025. Hingga akhir tahun, bank daerah ini mencatat laba bersih sebesar Rp135,146 miliar atau tumbuh 34,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan laba tersebut dinilai tidak hanya signifikan secara nominal, tetapi juga mencerminkan kualitas kinerja yang semakin kuat, terutama dalam pengelolaan risiko, efisiensi operasional, serta penguatan struktur pendanaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Bengkulu, Iswahyudi, mengatakan peningkatan laba tersebut merupakan hasil dari kinerja penyaluran kredit yang terus membaik, efisiensi operasional yang semakin optimal, serta strategi pendanaan yang lebih terarah.

“Peningkatan kinerja ini juga didukung oleh pengendalian biaya operasional yang efektif, sehingga rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) mengalami perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya.

Selain itu, indikator profitabilitas juga menunjukkan tren yang positif. Rasio Return on Assets (ROA) Bank Bengkulu tercatat sebesar 1,64 persen, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 9,51 persen. Capaian ini menunjukkan kemampuan bank dalam menghasilkan keuntungan yang sehat dan kompetitif di antara bank pembangunan daerah lainnya.

Dari sisi aset, Bank Bengkulu juga mencatat pertumbuhan yang cukup kuat. Hingga akhir 2025, total aset bank tersebut mencapai Rp11,19 triliun atau meningkat 8,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 5,45 persen secara tahunan menjadi Rp7,81 triliun. Portofolio kredit masih didominasi sektor konsumtif aparatur sipil negara (ASN) yang relatif stabil, namun bank juga mulai memperluas pembiayaan ke berbagai sektor ekonomi produktif.

“Ke depan kami menargetkan peningkatan penetrasi kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Kami juga menjaga kualitas kredit melalui sistem credit scoring berbasis data digital serta pendampingan berkelanjutan bagi debitur,” jelas Iswahyudi.

Dari sisi permodalan, Bank Bengkulu memiliki fondasi yang sangat kuat. Hingga akhir 2025, rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) tercatat sebesar 25,11 persen. Angka ini memberikan ruang ekspansi yang cukup luas sekaligus menjadi bantalan menghadapi dinamika ekonomi global.

Iswahyudi menegaskan bahwa penghargaan yang diraih tersebut menjadi validasi bahwa transformasi bisnis yang dijalankan Bank Bengkulu berada di jalur yang tepat.

“Skor 92,46 ini menjadi bukti bahwa transformasi bisnis yang kami lakukan berjalan efektif, mulai dari efisiensi operasional, digitalisasi layanan hingga penguatan tata kelola perusahaan,” katanya.

Sebagai bank milik daerah, Bank Bengkulu juga terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah. Melalui peningkatan laba dan setoran dividen, kontribusi bank terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) ikut meningkat.

Selain itu, digitalisasi sistem pembayaran pajak dan retribusi daerah yang difasilitasi Bank Bengkulu turut membantu meningkatkan transparansi dan percepatan penerimaan daerah.

Saat ini Bank Bengkulu juga memiliki modal inti sebesar Rp1,453 triliun yang akan dimanfaatkan untuk memperkuat transformasi digital, investasi teknologi informasi, pengembangan produk baru, serta ekspansi kredit ke sektor produktif yang memiliki dampak besar bagi perekonomian daerah.

“Modal ini akan kami gunakan sesuai roadmap yang telah disusun untuk memastikan pertumbuhan jangka menengah yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Iswahyudi.

Bank Bengkulu juga tengah menyiapkan pengembangan layanan digital melalui penyempurnaan aplikasi mobile banking yang akan dilengkapi dengan berbagai fitur baru, termasuk integrasi pembayaran layanan publik dan akses pembiayaan mikro secara digital.

Dengan dukungan pemegang saham pengendali, yakni Pemerintah Provinsi Bengkulu, bank daerah ini menargetkan dapat menjadi mitra pembangunan yang tangguh, adaptif, dan berkelanjutan dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Jika 2025 menjadi tahun pembuktian, maka periode selanjutnya akan menjadi fase konsolidasi sekaligus akselerasi bagi Bank Bengkulu untuk memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.