Kepahiang – Pemerintah Kabupaten Kepahiang mendorong percepatan pengembangan potensi panas bumi (geothermal) di wilayahnya sebagai sumber energi listrik terbarukan. Hal ini ditandai dengan kegiatan peninjauan lapangan dan eksplorasi awal Wilayah Kerja Panas Bumi Kepahiang di Desa Air Sempiang, Kecamatan Kabawetan, Sabtu (17/1/2026).
Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP bersama Wakil Bupati Ir. Abdul Hafizh, M.Si meninjau langsung lokasi potensi geothermal yang direncanakan akan dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB). Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk melihat kesiapan wilayah serta potensi pendukung lainnya, termasuk akses dan lingkungan sekitar.
Direktur Utama PT Cakrawala Kepahiang Geothermal, Ontowiryo Alamsyah, menyebutkan potensi panas bumi di Kabupaten Kepahiang diperkirakan mencapai 2 x 55 Megawatt atau sekitar 110 Megawatt. Kapasitas tersebut dinilai cukup besar untuk mendukung kebutuhan energi listrik daerah dalam jangka panjang.
“Pengembangan direncanakan mulai 2026 dan ditargetkan selesai pada 2030. Jika terealisasi, Kepahiang berpeluang menjadi daerah yang kuat dari sisi pasokan listrik berbasis energi bersih,” ujar Ontowiryo.
Ia menjelaskan, proyek ini akan dikembangkan bersama PT PLN (Persero) dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kepatuhan terhadap aspek lingkungan.
Sementara itu, perwakilan PT Cakrawala Kepahiang Geothermal, Tony Widiatmo, menambahkan bahwa PLTPB memiliki keunggulan dibanding pembangkit lainnya, terutama dari sisi penggunaan lahan dan dampak lingkungan.
“PLTPB tidak membutuhkan lahan luas seperti PLTA. Selain itu, panas dan uap yang dihasilkan masih bisa dimanfaatkan kembali, misalnya untuk pengeringan kopi atau padi, sehingga memberi nilai tambah bagi sektor pertanian,” jelasnya.
Bupati Kepahiang Zurdi Nata menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan panas bumi tersebut. Menurutnya, keberadaan PLTPB tidak hanya penting untuk ketahanan energi daerah, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar.
“Kami berharap proyek ini memberikan manfaat nyata, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga tumbuhnya aktivitas ekonomi pendukung di wilayah sekitar,” kata Zurdi Nata.
Peninjauan lapangan ini juga dihadiri unsur DPRD Kepahiang, TNI, perwakilan PT PLN WKP Sumbagsel, manajemen PT Cakrawala Kepahiang Geothermal, serta jajaran organisasi perangkat daerah dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepahiang.


