Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Rejang Lebong Sungai Meluap, RPH dan Kandang Ternak di Talang Rimbo Lama Terendam Banjir

Sungai Meluap, RPH dan Kandang Ternak di Talang Rimbo Lama Terendam Banjir

0
13

Rejang Lebong – Curah hujan deras yang mengguyur wilayah Rejang Lebong pada Kamis (8/01/2026) sore menyebabkan sungai di Kelurahan Talang Rimbo Lama, Kecamatan Curup Tengah, meluap. Luapan air merendam Rumah Pemotongan Hewan (RPH) serta kandang sapi milik warga di sekitar lokasi.

Banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB. Peristiwa ini dipicu tersumbatnya aliran sungai oleh rumpun bambu, pohon, dan tumpukan sampah yang tersangkut di bawah jembatan kecil penghubung antara RPH dan kandang ternak. Akibatnya, air meluap dengan cepat dan menggenangi dua gedung RPH hingga setinggi sekitar satu meter.

Dampak banjir juga dirasakan pemilik ternak, Riki Erlando. Sekitar 60 ekor sapi dan kerbau miliknya terdampak genangan air. Dua ekor sapi terpaksa disembelih karena terlalu lama terendam air dan mengalami kedinginan, sementara puluhan ternak lainnya berhasil diselamatkan.

Selain merendam fasilitas dan kandang ternak, banjir sempat membuat seorang warga terjebak di dalam rumahnya saat ketinggian air terus meningkat. Berkat kesigapan tim gabungan, warga tersebut berhasil dievakuasi dengan menggunakan seutas tali dan dibawa ke tempat yang lebih aman.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, Bupati Rejang Lebong H.M. Fikri Thobari, SE., MAP turun langsung ke lokasi untuk memimpin proses evakuasi dan penanganan banjir. Bupati didampingi Wakapolres Rejang Lebong Kompol Risdianta serta melibatkan personel gabungan dari Polres Rejang Lebong, Basarnas, Brimob Yon A Curup, BPBD, Dinas PUPR, Dinas Sosial, Damkar, Satpol PP, Camat, Lurah, dan masyarakat setempat.

Untuk mempercepat penanganan, satu unit alat berat jenis excavator diterjunkan guna membongkar rumpun bambu, kayu, dan sampah yang menyumbat aliran sungai. Proses evakuasi dan pembersihan berlangsung hingga pukul 02.00 WIB dini hari Jumat (9/01/2026).

Setelah penyumbatan berhasil dibersihkan, aliran sungai kembali normal dan kondisi di lokasi dinyatakan aman. Sebagian besar ternak berhasil diselamatkan, sementara kerugian dapat diminimalkan berkat penanganan yang cepat dan terkoordinasi.

Kejadian ini menjadi bukti kesiapsiagaan pemerintah daerah serta sinergi lintas instansi dalam menghadapi bencana. Bupati Fikri menegaskan pentingnya koordinasi dan respons cepat untuk mengurangi risiko kerugian bagi warga.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah rawan genangan, mengingat curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]