Bengkulu – Senator apt. Destita Khairilisani, S.Farm., M.S.M., anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Bengkulu, melakukan kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Bengkulu (UNIB), Senin kemarin.
Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Kepala UPT Perpustakaan, Alfarabi jajaran pustakawan dan pengelola perpustakaan. Momentum ini dinilai penting dalam memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan lembaga negara, khususnya dalam pengembangan literasi, inovasi layanan perpustakaan, serta pelestarian budaya lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Senator Destita melakukan room tour ke berbagai fasilitas layanan perpustakaan, mulai dari ruang baca utama, layanan koleksi digital, hingga area kreatif yang menampilkan produk budaya dan karya lokal. Ia juga berdialog langsung dengan para pustakawan terkait perkembangan fasilitas serta transformasi layanan perpustakaan yang kini semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.
Senator Destita menegaskan pentingnya keberlanjutan program literasi yang berbasis budaya dan teknologi. Ia mendorong agar perpustakaan terus berinovasi dan menghadirkan layanan yang inklusif, sehingga dapat diakses dan dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah saat Senator Destita meninjau koleksi batik “Les Plank”, sebuah inovasi batik yang terinspirasi dari ornamen rumah adat Melayu Bengkulu. Ia memberikan apresiasi atas inisiatif perpustakaan yang tidak hanya berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pelestarian seni dan budaya daerah.
Menurutnya, perpustakaan saat ini telah bertransformasi menjadi lebih dari sekadar tempat membaca buku. Perpustakaan juga berfungsi sebagai pusat kreativitas, ruang ekspresi budaya, serta wadah pelestarian identitas lokal yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan.
Kunjungan ini menjadi bukti nyata perhatian DPD RI terhadap penguatan ekosistem literasi di Provinsi Bengkulu. Diharapkan, sinergi yang terjalin dapat mendorong perpustakaan untuk terus bertransformasi sebagai pusat pembelajaran, pelestarian budaya, dan penggerak literasi nasional.







