Bengkulu – Demi keselamatan wisatawan, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, melarang aktivitas mandi di Pantai Panjang. Keputusan ini diambil karena ombak di kawasan tersebut dinilai besar dan berbahaya.
Namun, Dedy tetap memperbolehkan pengunjung mandi di Pantai Zakat, yang dianggap lebih aman dengan ombak yang relatif tenang.
“Kalau di Pantai Zakat boleh mandi. Tidak mungkin mereka ke pantai hanya melihat saja, pasti ingin merasakan pasir dan ombaknya juga. Nah, itu diperbolehkan di Pantai Zakat,” ujar Dedy Wahyudi.
Meski demikian, ia tetap mengimbau pengunjung untuk berhati-hati dan tidak berenang terlalu jauh dari bibir pantai guna menghindari risiko tenggelam.
Dedy juga meminta petugas keamanan untuk terus memantau aktivitas wisatawan, terutama yang berenang. Ia menginstruksikan agar petugas memberikan imbauan kepada pengunjung agar tetap waspada meskipun di Pantai Zakat tidak ada larangan berenang.
Selain itu, wisatawan yang membawa anak-anak diminta untuk lebih waspada dan memastikan mereka dalam pengawasan. Pengunjung juga diingatkan untuk menjaga barang bawaannya agar tidak tertinggal atau hilang. Jika mengalami gangguan keamanan, mereka diimbau segera melapor ke Pos Pengamanan (Pospam) atau petugas yang berjaga agar dapat segera ditindaklanjuti.
Diharapkan, dengan aturan ini, keselamatan wisatawan tetap terjaga tanpa mengurangi kenyamanan mereka dalam menikmati keindahan pantai Bengkulu. (Redaksi)

Berita Terbaru
Meutya Hafid Ingatkan AI Jangan Menyeragamkan Keragaman Indonesia
Ulama Ponpes Al-Mukmin Ngruki Ajak Semua Pihak Jaga Kedamaian dan Kondusivitas Masyarakat
Hadiri Hari Bhakti Pendamping Desa di Bengkulu Utara, Ketua Baznas Yulkamra Salurkan 150 Paket Sembako dan 100 Amplop Santunan Dhuafa
Ketua Forum Komunikasi Nusantara Apresiasi Pengungkapan DPO Kasus Penembakan Karyawan PT Freeport Indonesia di Mimika
Ustadz Abdul Somad Kunjungi Bengkulu Utara, Bupati Arie Paparkan Program Pendidikan Gratis dan Santunan Anak Yatim
Madu Ponpes Nurul Qur’an Lebong Dapat Apresiasi Menteri Agama di IES 2026