back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaBeritaWARKOBI Jadi Etalase Usaha bagi Lulusan SMK/SMA

WARKOBI Jadi Etalase Usaha bagi Lulusan SMK/SMA

Jakarta — Transformasi warung kelontong rakyat menuju ritel modern berbasis komunitas melalui program WARKOBI (Warung Kelontong Betawi/Warung Kelontong Buatan Indonesia) dipandang sebagai terobosan besar dalam memperluas lapangan kerja bagi lulusan SMK/SMA serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Jakarta.

Gerakan revitalisasi pasar rakyat dan integrasi PKL–UMKM yang dicanangkan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, pada 22 Juli 2025 di Pasar Santa menjadi titik awal lahirnya program ini. Menindaklanjuti arahan tersebut, Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (APKLI-P) langsung membangun kolaborasi dengan Dinas PPK dan UKM DKI serta sejumlah BUMD. Hasilnya adalah WARKOBI—model ritel modern yang tetap berakar pada kekuatan ekonomi rakyat.

Ketua Umum APKLI-P, dr. Ali Mahsun, Atmo.BioMed., menegaskan bahwa WARKOBI hadir sebagai ruang usaha yang inklusif bagi generasi muda.

“WARKOBI dirancang sebagai etalase usaha yang ramah bagi lulusan SMK/SMA dan generasi milenial Gen Z. Ini bukan sekadar toko, melainkan ekosistem ekonomi yang menggabungkan tata kelola profesional, digitalisasi, dan semangat komunitas,” ujarnya dalam pertemuan dengan Kepala Dinas PPK dan UKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, di Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Baca Juga:  APKLI-P: MBG Berpotensi Dongkrak Ekonomi Jika Libatkan UMKM

WARKOBI direncanakan akan diresmikan pada Januari 2026 oleh Gubernur DKI Jakarta. Kolaborasi besar antara APKLI-P, Dinas PPK dan UKM DKI, PT Food Station Tjipinang Jaya, Perumda Dharma Jaya, Bank Jakarta, dan Perumda Pasar Jaya menjadi fondasi kuat pengembangan program ini. Dengan dukungan teknologi ritel dan tata kelola modern, WARKOBI diharapkan mampu meningkatkan daya saing warung tradisional tanpa menghilangkan identitas lokal.

Model yang ditawarkan sangat ambisius: setiap RW dapat memiliki tiga WARKOBI. Bila diterapkan di seluruh 2.748 RW di Jakarta, akan terbangun 8.000 hingga 10.000 unit WARKOBI. Menurut dr. Ali Mahsun, skala ini akan membuka peluang usaha besar dan lapangan kerja signifikan bagi pelaku usaha muda serta generasi milenial dan Gen Z.

Kepala Dinas PPK dan UKM DKI Jakarta, Elisabeth Ratu Rante Allo, menyatakan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendorong kelahiran WARKOBI sebagai ruang usaha baru yang lebih tertata, modern, dan inklusif. “Kami berharap WARKOBI menjadi etalase usaha konkret bagi lulusan SMK/SMA dan milenial Gen Z. Sebelum peluncuran resmi, kami akan bersilaturahmi dengan Asisten Perekonomian Sekda DKI, Ibu Suharini Eliawati, untuk finalisasi program,” ujarnya, didampingi Sekretaris Dinas dan jajaran Kepala Suku Dinas PPK dan UKM se-DKI.

Baca Juga:  Ketua Umum APKLI Perjuangan Desak Penangkapan Importir Pakaian Bekas Ilegal

Konsep WARKOBI menempatkan PKL dan pelaku warung sebagai aktor utama. Mereka akan mendapat akses pembinaan usaha, pembiayaan mikro, penerapan teknologi digital untuk manajemen persediaan dan pemasaran, hingga pencatatan keuangan terpadu. Keterlibatan BUMD memperkuat rantai pasok, distribusi, dan pengembangan brand lokal agar nilai tambah tetap berputar di masyarakat.

Program ini masih menghadapi tantangan, mulai dari kebutuhan pelatihan intensif, akses permodalan, hingga harmonisasi regulasi dari tingkat RW hingga provinsi. Namun dengan sinergi antara APKLI-P, Pemprov DKI, BUMD, dan sektor swasta, WARKOBI dinilai menjadi langkah nyata memodernisasi ekonomi rakyat tanpa meninggalkan karakter komunitas yang selama ini menjadi kekuatannya.

Jika berjalan sesuai rencana, WARKOBI bukan hanya menghidupkan kembali warung kelontong tradisional, tetapi juga menjadi laboratorium usaha bagi generasi muda yang ingin memulai bisnis ritel dengan dukungan sistem, pembinaan, dan jejaring yang kokoh. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]