Seluma – Wakil Bupati Seluma, Gustianto, menegaskan bahwa fungsi utama Bendung Seluma sebagai sumber pengairan pertanian tidak boleh terganggu oleh aktivitas wisata pemandian yang belakangan ramai dikunjungi masyarakat. Penegasan itu disampaikan saat memimpin rapat evaluasi pengelolaan irigasi bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera VII, aparat keamanan, dan sejumlah OPD terkait, Kamis (26/2/26).
Evaluasi dilakukan menyusul kondisi bendung yang baru selesai dibangun dan kini dimanfaatkan warga sebagai lokasi rekreasi. Pemerintah daerah menyoroti peningkatan debit air untuk kebutuhan sawah masyarakat agar tetap terjaga, sekaligus memastikan pemanfaatan kawasan tidak mengurangi fungsi teknis irigasi.
“Bendung Seluma ini fungsi utamanya adalah untuk pengairan pertanian. Jangan sampai karena dimanfaatkan sebagai tempat wisata pemandian, fungsi irigasinya justru terganggu. Kita harus mengutamakan kepentingan petani,” tegas Gustianto.
Selain persoalan teknis, pemerintah juga memberi perhatian pada aktivitas pedagang dan pengelolaan parkir di sekitar kawasan bendung. Penataan akan diperkuat agar tidak mengganggu infrastruktur maupun keselamatan pengunjung, terutama menjelang libur Idul Fitri yang diperkirakan meningkatkan jumlah masyarakat yang datang.
“Pemerintah Kabupaten Seluma akan memperkuat pengawasan di kawasan irigasi, termasuk penataan pedagang dan lahan parkir, agar tetap tertib, aman, dan tidak merusak fasilitas yang sudah dibangun. Kita harus melakukan antisipasi sejak dini, apalagi menjelang libur Idul Fitri,” ujarnya.
Pemkab Seluma memastikan koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar pengelolaan Bendung Seluma tetap berpihak pada produktivitas pertanian, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


