Bengkulu – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat nilai transaksi perdagangan efek di Provinsi Bengkulu hingga Juni 2025 mencapai Rp382,9 miliar. Angka ini melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp156 miliar.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, Marina Raysada, menyampaikan bahwa peningkatan signifikan ini tak lepas dari kontribusi berbagai pihak, terutama media dan lembaga pendidikan, dalam mendorong literasi pasar modal.
“Untuk nilai transaksi mencapai Rp382,9 miliar per Juni 2025. Ada peningkatan sebanyak dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Faktor peningkatan ini salah satunya karena kontribusi media yang ikut membantu memasyarakatkan pasar modal, serta kerja sama dengan instansi dan universitas dalam memberikan edukasi,” kata Marina di Bengkulu, Kamis (21/8).
Jumlah investor pasar modal di Bengkulu juga menunjukkan tren positif. Hingga Juni 2025, jumlah Single Investor Identification (SID) tercatat sebanyak 76.366 investor, naik 5.383 orang dibandingkan Desember 2024 yang masih berada di angka 70.383 investor.
Menurut Marina, mayoritas investor di Bengkulu berasal dari kalangan usia 18–25 tahun, dengan domisili terbanyak berada di Kota Bengkulu, disusul Kabupaten Bengkulu Utara. Sementara dari sisi pekerjaan, investor didominasi mahasiswa, pelajar, dan pegawai swasta.
Lebih lanjut, Marina mengungkapkan perkembangan positif ini turut berbanding lurus dengan menurunnya tren investasi bodong di Bengkulu. “Alhamdulillah, seiring meningkatnya edukasi pasar modal, investasi bodong juga menurun. Dalam setiap kegiatan literasi, kami selalu menyampaikan ciri-ciri investasi ilegal agar masyarakat lebih waspada,” ujarnya.
Saat ini, BEI Bengkulu memiliki 22 galeri investasi yang tersebar di berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah, menjadi pusat edukasi sekaligus penggerak literasi keuangan di daerah.
Marina menegaskan, pihaknya akan terus menggandeng media, universitas, dan instansi terkait untuk memperluas inklusi pasar modal di Bengkulu. “Diharapkan dengan literasi keuangan yang baik, inklusi keuangan bisa tercapai hingga ke lapisan masyarakat yang lebih luas,” tutupnya.


