Bengkulu – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Provinsi Bengkulu memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.
Meski mayoritas siswa menjalankan ibadah puasa, intervensi gizi nasional ini tetap berjalan dengan penyesuaian skema distribusi dan menu agar sesuai dengan kondisi Ramadan.
Kepala Regional SPPG Provinsi Bengkulu, Gloria Erysa Meilinda Situmorang, menjelaskan bahwa pelaksanaan MBG pada bulan Ramadan akan mengadopsi mekanisme yang sama seperti tahun sebelumnya. Penyaluran MBG di Bengkulu difokuskan pada penyediaan paket makanan yang dapat dibawa pulang oleh siswa.
Siswa akan menerima paket makanan kering atau menu tahan lama yang dikemas dalam tas khusus (totebag) untuk dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
“Untuk menu tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG). Perhitungan nutrisi dilakukan langsung oleh ahli gizi untuk menjamin kualitas asupan meskipun dalam bentuk makanan kering,” ujar Gloria, Rabu (18/2/2026).
Sesuai instruksi Badan Gizi Nasional (BGN), paket Ramadan tidak diperbolehkan mengandung makanan ultra-proses (Ultra-Processed Food) serta makanan pedas guna menjaga kesehatan pencernaan siswa yang berpuasa.
Sementara itu, bagi siswa yang tidak menjalankan puasa, distribusi makanan tetap dilakukan seperti biasa. Namun, pihak sekolah diminta menyediakan ruang makan khusus sebagai bentuk penghormatan kepada siswa lain yang sedang berpuasa.
Program MBG di Bengkulu saat ini telah menjangkau sekitar 250 ribu penerima manfaat melalui 114 unit dapur SPPG yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Dengan penyesuaian ini, diharapkan pemenuhan gizi anak sekolah tetap terjaga secara konsisten meskipun dalam suasana Ramadan.


