Bengkulu – Bulan suci Ramadhan 1446 H menjadi kesempatan emas bagi umat Islam tidak hanya untuk menahan lapar dan haus, tetapi juga mengendalikan hawa nafsu serta menjauhi perbuatan maksiat. Hal ini ditekankan oleh Ustaz H. Yul Kamra, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bengkulu, dalam tausiyahnya.
Ustaz Yul Kamra menjelaskan bahwa ibadah puasa memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar menahan diri dari makan dan minum dari fajar hingga maghrib.
“Puasa adalah latihan kesabaran, pengendalian emosi, dan upaya menjauhkan diri dari segala hal yang dapat merusak nilai ibadah, seperti berbohong, bergunjing, dan tindakan maksiat lainnya,” ujarnya.
Beliau menambahkan, Ramadhan adalah momentum tepat bagi setiap Muslim untuk memperbaiki diri, meningkatkan ketakwaan, dan memperbanyak ibadah.
“Bulan Ramadhan 1446 H ini adalah ladang pahala. Jangan sia-siakan momen ini hanya dengan menahan lapar tanpa memperbaiki akhlak,” tegasnya.
Ustaz Yul Kamra juga mengingatkan bahwa puasa tidak hanya bermanfaat secara spiritual, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan. “Puasa mengajarkan kita disiplin dan menjaga pola hidup sehat, yang tentu berpengaruh baik bagi tubuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, beliau mendorong umat Islam untuk memanfaatkan Ramadhan sebagai kesempatan meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak amal baik, serta memperbaiki kesalahan yang pernah dilakukan.
“Mari jadikan Ramadhan tahun ini sebagai langkah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah. Dengan begitu, kualitas ibadah kita akan semakin baik secara bertahap,” pesannya.
Ustaz Yul Kamra berharap, semangat Ramadhan dapat membawa perubahan positif dalam kehidupan umat Islam, baik secara individu maupun sosial.
“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” tutupnya. (Redaksi)


