Rejang Lebong – Plt Bupati Rejang Lebong Dr. H. Hendri, S.STP., M.Si mengikuti rapat koordinasi penanganan bencana alam Provinsi Bengkulu yang digelar secara virtual melalui Zoom Meeting, Selasa (7/4/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Dinas Plt Bupati Rejang Lebong dan turut diikuti Asisten I Setdakab Rejang Lebong Bobby Harpa Santana, S.STP., M.Si.
Rapat koordinasi ini dipimpin langsung oleh Helmi Hasan dan diikuti oleh sejumlah kepala daerah di Provinsi Bengkulu, di antaranya Wali Kota Bengkulu serta Sekretaris Daerah Kabupaten Lebong. Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini bencana alam yang terjadi di beberapa wilayah serta langkah penanganan yang dilakukan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Plt Bupati Hendri menyampaikan laporan terkait bencana angin puting beliung yang terjadi di Desa Sumber Urip, Kecamatan Selupu Rejang pada Sabtu (4/4/2026). Ia menjelaskan, peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.
“Tercatat sebanyak 30 rumah terdampak, dengan 16 unit di antaranya mengalami kerusakan berat. Pasca kejadian, tim BPBD Kabupaten Rejang Lebong langsung bergerak cepat melakukan penanganan di lokasi,” ujar Hendri.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah bersama unsur Forkopimda dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi warga serta melakukan langkah-langkah penanganan.
“Kami bersama Ketua DPRD, Forkopimda, dan OPD terkait langsung melakukan pengecekan ke lapangan serta meminta pendataan secara detail terhadap kerusakan dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Menurut Hendri, penanganan bencana puting beliung tersebut telah dilakukan dengan cepat dan saat ini kondisi di lapangan mulai terkendali.
“Untuk kejadian puting beliung sudah tertangani dan direspons dengan cepat oleh seluruh tim di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, Plt Bupati juga menyampaikan potensi bencana lain yang perlu diantisipasi, khususnya banjir saat curah hujan tinggi. Ia menyebut beberapa titik yang dinilai rawan banjir di wilayah Rejang Lebong, di antaranya kawasan drainase Air Sengak serta aliran Sungai Air Duku.
“Untuk mengatasi banjir dadakan, kami telah mengajukan izin normalisasi aliran sungai ke BBWS Sumatera VIII,” ungkap Hendri.
Ia juga berharap adanya dukungan anggaran dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk membantu penanganan banjir di Kabupaten Rejang Lebong, termasuk perbaikan infrastruktur seperti jalan yang putus di Desa Air Merah yang sebelumnya telah ditinjau oleh Wakil Gubernur Bengkulu.
Sementara itu, Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk hadir membantu penanganan bencana di daerah.
“Insya Allah Pemerintah Provinsi Bengkulu akan hadir. Terkait drainase hingga rumah korban puting beliung yang perlu dibedah akan dibedah, dan dinas PU sudah turun ke lapangan,” kata Helmi.
Ia juga menyampaikan rencananya untuk meninjau langsung wilayah terdampak bencana.
“Rabu (8/4/2026), saya akan turun langsung ke Rejang Lebong dan Lebong untuk memastikan penanganan berjalan maksimal,” ujarnya.
Helmi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota dalam menghadapi bencana agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
“Kita harus bersama-sama menghadapi bencana ini, sehingga masyarakat tidak merasa sendirian,” tegasnya.
Selain itu, Gubernur juga mengimbau adanya inovasi dalam penanganan logistik bagi korban bencana, salah satunya melalui program sedekah nasi bungkus dari aparatur sipil negara (ASN).
“Kami minta ASN dapat menggerakkan program sedekah nasi bungkus. Ini lebih efisien dibandingkan membuka dapur umum, cukup menambah satu porsi masakan di rumah untuk membantu korban bencana,” katanya.
Menutup arahannya, Helmi Hasan mengingatkan seluruh jajaran pemerintah agar tetap waspada terhadap potensi bencana dan terus memperkuat koordinasi lintas daerah.
“Pemerintah tidak boleh abai. Kita harus terus berkoordinasi agar jelas peran masing-masing, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota dalam penanganan bencana,” pungkasnya.







