Bengkulu — Pilihan tempat bermain PlayStation bertambah di Kota Bengkulu dengan hadirnya Playbox Gaming City. Tempat bermain gim ini menyediakan 19 konsol yang terdiri dari 18 PlayStation 4 dan satu PlayStation 5.
Manajer Playbox Gaming City, Andre Garshia, mengatakan fasilitas yang disiapkan tidak hanya berupa konsol permainan, tetapi juga beberapa pilihan ruang bermain. Pengunjung dapat memilih ruang sesuai kebutuhan dan tarif yang tersedia.
Untuk ruang reguler, Playbox menyediakan enam unit dengan tarif Rp10 ribu per jam. Sementara enam ruang VIP dikenakan tarif Rp35 ribu per jam dan ruang VVIP Rp50 ribu per jam.
Seluruh ruang bermain dilengkapi AC untuk memberikan kenyamanan selama pengunjung bermain. Fasilitas tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk bermain secara individu maupun bersama teman.
Andre mengatakan Playbox Gaming City turut menyediakan makanan dan minuman ringan bagi pengunjung. Berbagai pilihan permainan PlayStation juga tersedia sehingga pengunjung dapat memilih gim sesuai minat.
Selain layanan bermain, pengelola menyiapkan rencana kegiatan kompetisi bagi komunitas gim di Bengkulu. Salah satunya turnamen PlayStation yang ditargetkan menjadi ajang kompetisi sekaligus mempertemukan para pemain dari berbagai kalangan.
“Kami berharap ke depan bisa mengadakan turnamen PS terbesar di Kota Bengkulu. Kami ingin Playbox Gaming City menjadi tempat yang bisa mendukung para pencinta gaming dan menjadi wadah bagi mereka untuk berkompetisi,” ujar Andre.
Kehadiran Playbox Gaming City menambah alternatif ruang hiburan berbasis gim di Kota Bengkulu, dengan pilihan konsol dan kelas ruangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung.

Berita Terbaru
Live Apel Sosial Bersama Helmi Hasan, Senator Destita Dukung Inovasi Gubernur Solidkan Pembangunan Bengkulu
Capai Progres 90 Persen, Garbarata Bandara Fatmawati Soekarno Ditargetkan Beroperasi Januari 2027
KPID Bengkulu Bedah Revisi UU Penyiaran
Senator Destita Ajak Munas XI PPNI Tingkatkan Kesejahteraan Perawat
Munas XI PPNI Dongkrak Ekonomi Bengkulu
Lindungi Anak dari Risiko Digital, Pemerintah Ajak Keluarga Bangun Kebiasaan di Luar Layar