Kamis, Maret 19, 2026
Beranda Berita Personel Polda Aceh Disersi ke Luar Negeri, Diduga Gabung Angkatan Bersenjata Rusia

Personel Polda Aceh Disersi ke Luar Negeri, Diduga Gabung Angkatan Bersenjata Rusia

0
17

Banda Aceh – Satu kasus mengejutkan mencuat di lingkungan kepolisian Provinsi Aceh. Seorang personel Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh berinisial Bripda MR, yang juga disebut bernama Muhammad Rio, diduga melakukan disersi ke luar negeri dan bergabung dengan Angkatan Bersenjata Rusia.

Bripda MR bahkan disinyalir terlibat langsung dalam konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina. Saat ini, yang bersangkutan dikabarkan berada di wilayah Donbass, salah satu zona pertempuran paling intens dalam konflik tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, membenarkan bahwa Bripda MR merupakan personel Satbrimob yang meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan satuan.

“Yang bersangkutan adalah personel Brimob Polda Aceh yang melakukan disersi dengan meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan,” kata Joko kepada wartawan, Jumat (16/1/2026).

Namun demikian, Joko menegaskan bahwa Bripda MR tidak serta-merta meninggalkan tugas untuk langsung bergabung dengan militer Rusia. Polda Aceh, kata dia, masih mendalami seluruh informasi yang beredar terkait aktivitas yang bersangkutan di luar negeri.

Menurut Joko, Bripda MR sebelumnya memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri dan telah menjalani sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Dalam sidang tersebut, ia dijatuhi sanksi administratif berupa mutasi demosi selama dua tahun serta penempatan di Yanma Brimob.

Bripda MR tercatat tidak masuk dinas sejak Senin, 8 Desember 2025 tanpa keterangan yang jelas. Keberadaannya baru terungkap setelah pada Rabu, 7 Januari 2026, yang bersangkutan mengirimkan pesan WhatsApp kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin.

Sementara itu, dikutip dari laman kosmiindonesia.com, Bripda Muhammad Rio dilaporkan mengirimkan pesan WhatsApp pada Rabu, 7 Januari 2026 pukul 23.43 WIB kepada dua rekannya di Satbrimobda Polda Aceh, yakni Aipda Bayu Aji dari Subdivisi Provos dan AKP Ardiansyah. Dalam pesan tersebut, ia menyampaikan kondisinya serta melampirkan foto dan video yang diklaim menunjukkan dirinya telah bergabung dengan salah satu divisi militer Rusia.

Dalam pengakuannya, Bripda Muhammad Rio menyebut telah melakukan persiapan sebelum meninggalkan Indonesia, termasuk mendaftar secara daring ke angkatan bersenjata beberapa negara seperti Eropa, Amerika Serikat, Jerman, dan Rusia. Ia mengaku diterima oleh Angkatan Bersenjata Rusia karena kemampuan bahasa asing yang dimilikinya, khususnya bahasa Inggris dan Rusia.

Masih menurut sumber yang sama, Bripda Muhammad Rio mengklaim memperoleh pangkat Letnan Dua, bonus awal sebesar 2 juta Rubel atau sekitar Rp190 juta, serta gaji bulanan 210 ribu Rubel atau sekitar Rp20 juta.

Terpisah, Polda Aceh menyatakan telah mengantongi sejumlah bukti pendukung berupa foto dan video, data paspor, serta manifes penumpang pesawat. Berdasarkan data tersebut, Bripda MR tercatat melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai, pada 18 Desember 2025, kemudian melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Haikou Meilan pada 19 Desember 2025.

Polda Aceh menegaskan akan terus mendalami kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku, termasuk menelusuri keberadaan serta aktivitas Bripda MR selama berada di luar negeri dan menindaklanjutinya sesuai aturan di institusi Polri.

[wpforms id="149" title="true" description="true"]