Bengkulu – Balai Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan (BKHIT)/Balai Karantina Bengkulu pada Rabu pagi menggelar Focus Group Discussion (FGD) sebagai langkah percepatan ekspor komoditas pertanian dan perikanan asal Bengkulu. Kegiatan yang berlangsung di salah satu hotel di Kota Bengkulu ini menjadi upaya penting mengingat hingga kini ekspor resmi dari Bengkulu baru tercatat pada 49 komoditas.
FGD tersebut menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, hingga para pelaku UMKM. Seluruh peserta diajak memperkuat sinergi dan menyamakan persepsi dalam membangun strategi ekspor yang lebih terarah, khususnya menghadapi permasalahan rendahnya angka pencatatan ekspor dari Bengkulu.
Kepala Balai Karantina Bengkulu, Betty Fajarwati, menegaskan bahwa banyak komoditas asal Bengkulu yang sebenarnya telah dikirim ke luar negeri, namun tidak tercatat sebagai ekspor daerah karena pengiriman dilakukan melalui wilayah lain. Inilah yang menyebabkan data ekspor Bengkulu tampak rendah. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi serta dorongan bagi pelaku usaha untuk melakukan proses ekspor secara langsung dari Bengkulu.
Betty menyampaikan bahwa Bengkulu memiliki potensi besar pada sejumlah komoditas, seperti cangkang sawit, palm kernel expeller, pisang, karet, kayu olahan, biji kopi, lada, hingga lintah, yang sangat mungkin menembus pasar internasional. Melalui FGD ini, ia berharap peluang besar tersebut dapat terealisasi dan memberikan dampak ekonomi bagi daerah.
Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Bengkulu, R.A. Denni, menyambut baik pelaksanaan FGD ini. Ia berharap sinergi seluruh stakeholder, termasuk pemerintah daerah, dapat menghasilkan strategi akselerasi ekspor yang lebih kuat sehingga ke depan komoditas pertanian dan perikanan Bengkulu mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi.


