Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menghadirkan pasar murah terintegrasi sebagai strategi pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi. Program ini dilaksanakan dengan menggandeng Perum Bulog dan Bank Indonesia guna memastikan ketersediaan stok serta kelancaran distribusi kebutuhan pokok masyarakat.
Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, mengatakan pasar murah menjadi bagian utama dalam rangkaian Safari Ramadan yang digelar di seluruh kabupaten dan kota di Bengkulu. Kegiatan tersebut dirancang sebagai pelayanan terpadu yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat selama bulan suci.
“Pasar murah itu setelah safari subuh, setelah shalat subuh, kemudian mungkin shalat duha, dan nanti kita pembukaan pasar murah oleh bapak gubernur,” kata Khairil di Bengkulu, Jumat.
Menurutnya, konsep Safari Ramadan tahun ini diawali dengan safari subuh, dilanjutkan pembukaan pasar murah, serta berbagai agenda sosial lainnya. Pasar murah melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, bekerja sama dengan Perum Bulog dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga bahan pokok.
Langkah tersebut merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi serta menjaga stabilitas ekonomi selama Ramadan. Selain menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, Pemprov Bengkulu juga menghadirkan layanan kesehatan gratis, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga donor darah di lokasi kegiatan.
Safari Ramadan turut diisi dengan penyerahan bantuan sosial dan santunan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti kaum dhuafa dan anak yatim. Bantuan yang diberikan juga mencakup alat bantu seperti tongkat dan kursi roda bagi warga yang memerlukan, serta peresmian program bedah rumah yang telah dilaksanakan untuk membantu masyarakat kurang mampu memiliki hunian layak.
Khairil menjelaskan, Safari Ramadan tahun ini dimulai dari wilayah selatan, yakni Kabupaten Seluma dan Kabupaten Bengkulu Selatan, kemudian berakhir di Kabupaten Kaur. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan ke wilayah timur dan utara sebelum ditutup di Kota Bengkulu.
Ia menegaskan, Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum memperkuat kebersamaan sekaligus memastikan kehadiran pemerintah benar-benar berdampak pada stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat selama bulan suci Ramadan.


