back to top
Senin, Februari 2, 2026
BerandaKota BengkuluPemkot Bengkulu dan Komunitas Tenang Jiwa Angkat Isu Kesehatan Mental

Pemkot Bengkulu dan Komunitas Tenang Jiwa Angkat Isu Kesehatan Mental

Bengkulu – Isu kesehatan mental kini mendapat perhatian lebih serius di Kota Bengkulu. Melalui workshop yang digelar Dinas Sosial Kota Bengkulu bersama Komunitas Tenang Jiwa, berbagai pihak menyoroti pentingnya penanganan stres dan kecemasan di era modern serta perlunya menghapus stigma negatif di masyarakat.

Plt Asisten III Setda Kota Bengkulu, Sahat Marulitua Situmorang, mewakili Wali Kota, menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun manusia yang sehat lahir dan batin. Menurutnya, pembangunan kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur fisik, tetapi juga harus menyentuh kesejahteraan psikologis warga.

“Edukasi seperti ini penting di tengah tekanan hidup dan dinamika sosial yang semakin cepat. Membangun kota maju berarti juga membangun manusia yang kuat mentalnya,” ujarnya, Sabtu (8/11).

Ia berharap kegiatan tersebut mampu menumbuhkan kepedulian dan empati terhadap isu kesehatan mental di lingkungan masyarakat.

Sementara itu, KH Agung S. Purnomo, Founder Komunitas Tenang Jiwa, menyoroti masih rendahnya kesadaran publik akibat stigma lama yang menganggap orang dengan gangguan mental sebagai aib.

Baca Juga:  Stunting di Kota Bengkulu Naik Jadi 13,8 Persen, Walikota Minta OPD Teknis Cari Penyebabnya

“Masih banyak yang takut ikut kegiatan seperti ini karena khawatir dicap ‘gila’. Padahal, justru dengan belajar dan berdiskusi, kita bisa menjaga kesehatan jiwa,” ungkapnya.

Agung juga menyinggung pengaruh kemajuan teknologi terhadap meningkatnya tekanan mental. Ia menilai, pesatnya perkembangan digital dan penggunaan kecerdasan buatan (AI) tidak selalu diimbangi kesiapan mental masyarakat.

“Teknologi seharusnya mempermudah, bukan memperparah. Workshop ini kami adakan untuk melawan stigma dan menumbuhkan produktivitas positif,” tegasnya.

Workshop ini dihadiri mahasiswa, pegiat sosial, dan perwakilan organisasi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal membangun budaya peduli mental di Bengkulu, menuju masyarakat yang lebih sehat, bahagia, dan produktif.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments

- Advertisment -

[wpforms id="149" title="true" description="true"]