Kepahiang – Pemerintah Kabupaten Kepahiang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hari pertama untuk Kecamatan Kabawetan dan Kecamatan Kepahiang, Rabu (4/2/2026).
Musrenbang Kecamatan Kabawetan dibuka secara resmi oleh Bupati Kepahiang H. Zurdi Nata, S.IP, sementara Musrenbang Kecamatan Kepahiang dibuka oleh Wakil Bupati Kepahiang Ir. Abdul Hafizh, M.Si.
Dalam arahannya, Bupati Kepahiang menyoroti sejumlah tantangan pembangunan daerah, khususnya terkait peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia menyampaikan bahwa rata-rata lama sekolah di Kabupaten Kepahiang saat ini baru mencapai 8,37 tahun, masih di bawah rata-rata nasional sebesar 9,07 tahun.
“Selama masa pemerintahan saya, kami terus berupaya mengejar ketertinggalan agar angka lama sekolah di Kabupaten Kepahiang setara dengan angka nasional. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan juga harus terus ditingkatkan,” ujar Bupati.
Selain pendidikan, Bupati juga menekankan isu kesehatan masyarakat. Pada tahun 2024, usia harapan hidup Kabupaten Kepahiang tercatat sebesar 72,41 tahun, lebih rendah dibandingkan Provinsi Bengkulu yang mencapai 73,31 tahun. Kondisi ini menunjukkan perlunya penguatan program kesehatan, khususnya penurunan angka kematian ibu dan bayi melalui perbaikan sanitasi serta penguatan Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM).
Bupati juga menyoroti indeks pengeluaran per kapita sebagai indikator standar hidup layak masyarakat. Pada 2024, indeks pengeluaran per kapita Kabupaten Kepahiang tercatat sebesar Rp10,62 juta, masih di bawah Provinsi Bengkulu yang mencapai Rp11,73 juta dan menempatkan Kepahiang pada peringkat ketujuh se-Provinsi Bengkulu.
“Pembangunan sektor perekonomian secara terintegrasi sangat diperlukan untuk meningkatkan dimensi Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Hal ini harus menjadi prioritas dalam program dan kegiatan perangkat daerah terkait,” tegasnya.
Melalui Musrenbang tingkat kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Kepahiang berharap dapat menghimpun aspirasi dan masukan masyarakat sebagai dasar penyusunan perencanaan pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.







